Hujan deras tak henti-hentinya mengguyur Sumatera Utara. Konsekuensinya? Longsor susulan kembali terjadi, kali ini di Tapanuli Utara. Keadaan di lapangan semakin rumit.
Menurut informasi yang beredar, jalan di Desa Parsikaman Km 38, Kecamatan Adian Koting, kini benar-benar tertutup material. Titik longsornya sendiri dikabarkan sangat sulit dijangkau, bahkan untuk tim penolong sekalipun.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, mengonfirmasi hal ini. Ia dihubungi Rabu malam (3/12/2025) dan menjelaskan situasi yang serba terbatas.
"Iya, anggota kita, personel Bid TIK Polda Sumut saat ini berada di titik longsor yang tidak dapat diakses sama sekali," ujar Ferry.
Jalan lintas Sumatera di sekitarnya pun lumpuh total. Kendaraan tak bisa lewat. Warga yang hendak melintas terpaksa menunggu dengan sabar proses evakuasi material tanah yang dilakukan petugas gabungan.
"Tunggu proses evakuasi tanah longsor baru bisa dilalui," tegasnya lagi.
Di sisi lain, upaya pemantauan terus dilakukan. Tim tak hanya mengandalkan pengamatan dari darat. Mereka juga menerbangkan drone untuk mendapatkan gambaran visual yang lebih jelas dari udara.
Hasilnya tidak mengejutkan, tapi tetap mencemaskan.
"Tim juga telah menerbangkan drone untuk melakukan pemantauan visual terhadap titik longsor yang sepenuhnya terputus dan tidak dapat dilewati," jelas Ferry Walintukan.
Dari layar monitor, terlihat jelas akses jalan itu terputus total. Sebuah pemandangan yang membuat upaya penanganan jadi lebih mendesak.
Artikel Terkait
Indonesia Ekspor 250.000 Ton Pupuk Urea ke Australia, Disambut Apresiasi PM Albanese
Kisah Operasi Kopassus Menaklukkan Dukun Kebal Pasca-G30S
Pemerintah Rencanakan Jaringan Kereta Api 2.800 Km di Kalimantan, Masuk Tahap Perencanaan
Indonesia Desak Investigasi Tuntas Serangan ke Pasukan UNIFIL di Lebanon