Pemerintah Rencanakan Jaringan Kereta Api 2.800 Km di Kalimantan, Masuk Tahap Perencanaan

- Kamis, 23 April 2026 | 05:45 WIB
Pemerintah Rencanakan Jaringan Kereta Api 2.800 Km di Kalimantan, Masuk Tahap Perencanaan

Pemerintah punya rencana besar untuk Kalimantan. Bayangkan, sebuah jaringan kereta api sepanjang hampir 2.800 kilometer akan dibangun di pulau itu. Tujuannya jelas: memperkuat konektivitas dan jadi tulang punggung distribusi logistik di wilayah yang kaya sumber daya alam ini.

Namun begitu, jangan bayangkan proyek ini akan dimulai besok. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa semuanya masih dalam tahap hitung-hitungan dan perencanaan yang matang.

“Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan masih kami hitung dan rencanakan secara matang,” kata AHY.

Pernyataan itu disampaikannya usai rapat koordinasi pengembangan jaringan kereta api nasional di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Kamis lalu.

Di sisi lain, fakta yang ada memang cukup mencengangkan. Sampai detik ini, panjang jalur kereta api di Kalimantan masih nol kilometer. Padahal, potensi mineral dan sumber daya alam lainnya di sana sangat besar. Selama ini, distribusi logistik untuk komoditas-komoditas itu bergantung pada moda transportasi lain yang mungkin kurang efisien.

Menurut AHY, kereta api diharapkan bisa mengubah segalanya. Ia membayangkan konektivitas yang terbentang dari utara ke selatan, timur ke barat, menghubungkan antarprovinsi. Efisiensi distribusi logistik pasti akan terdongkrak.

“Pembangunan ini juga berpotensi mempercepat hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah komoditas,” ujarnya.

Lalu, bagaimana langkah selanjutnya? Pemerintah akan membentuk sebuah komite khusus. Komite ini nantinya akan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, bertugas menampung masukan dan menyempurnakan perencanaan. Fokusnya adalah menyelaraskan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas) dengan kebutuhan riil pembangunan di Kalimantan.

Meski ambisinya jelas, pemerintah masih sangat berhati-hati. Sampai saat ini, belum ada target waktu pembangunan yang ditetapkan. Rute spesifik mana yang akan diprioritaskan juga masih jadi bahan pembahasan serius antar kementerian. Semuanya masih digodok.

Jadi, meski wacananya sudah mengudara, jalan menuju rel pertama di Kalimantan masih panjang. Butuh perencanaan yang solid sebelum proyek raksasa ini benar-benar dimulai.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar