Wall Street Cetak Rekor Tertinggi, Didorong Gencatan Senjata AS-Iran dan Laporan Kuartalan

- Kamis, 23 April 2026 | 07:15 WIB
Wall Street Cetak Rekor Tertinggi, Didorong Gencatan Senjata AS-Iran dan Laporan Kuartalan

Wall Street menutup sesi perdagangan Rabu (22/4/2026) dengan catatan hijau. Penguatan ini tak lepas dari sentimen positif yang dibawa kabar perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Bahkan, Presiden AS Donald Trump memberi isyarat akan ada lebih banyak lagi pembicaraan damai ke depan.

Menariknya, konflik di Timur Tengah sepertinya mulai diabaikan para pelaku pasar. Perhatian mereka kini beralih ke musim laporan keuangan kuartal pertama. Tesla, misalnya, akan membuka hasil kinerja untuk klub "Magnificent 7" setelah jam perdagangan reguler usai.

Di papan angka, S&P 500 bertengger naik 1 persen ke level 7.137,12 poin. Sementara itu, NASDAQ Composite yang dipenuhi saham teknologi melonjak lebih tinggi, 1,6 persen, menjadi 24.657,57 poin. Kedua indeks ini mencatatkan penutupan di level rekor baru. Dow Jones Industrial Average juga ikut merangkak naik 0,7 persen, menetap di 49.490,77 poin.

Oliver Pursche, Wakil Presiden Senior di Wealthspire Advisors, punya pandangan menarik soal fenomena ini.

"Seperti halnya krisis pada umumnya, perhatian dan kesadaran risiko investor memudar seiring berjalannya krisis," ujarnya kepada Investing.com.

Ia menambahkan, ada 'efek kekayaan' yang sedang berlangsung. Nilai properti rumah ada di titik tertinggi, dan inflasi sebenarnya tak separah yang digembar-gemborkan headline berita. Kombinasi faktor-faktor inilah yang mendorong optimisme.

"Namun begitu, pertanyaan besarnya tetap sama: apakah kondisi optimis ini akan bertahan lama?" tandas Pursche.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar