Barang Tertinggal Penumpang KAI Capai Rp1,6 Miliar dalam Tiga Bulan

- Kamis, 23 April 2026 | 07:00 WIB
Barang Tertinggal Penumpang KAI Capai Rp1,6 Miliar dalam Tiga Bulan

Barang Tertinggal di Kereta Capai Rp1,6 Miliar Hanya dalam Tiga Bulan

Jakarta, 23 April 2026 – Kalau Anda sering buru-buru turun dari kereta, berhati-hatilah. PT KAI Daop 1 Jakarta baru saja merilis data yang cukup mencengangkan. Sejak Januari hingga Maret tahun ini, tercatat ada 1.516 barang milik penumpang yang tertinggal. Nilainya fantastis: sekitar Rp1,6 miliar.

Barang-barang itu beragam banget. Mulai dari 433 item barang berharga, 977 barang umum, sampai 106 item makanan. Menurut Franoto Wibowo, Manager Humas KAI Daop 1, kabar baiknya, lebih dari 900 barang sudah kembali ke pemiliknya. "Tapi, masih ada 591 item yang proses penanganannya belum selesai," jelasnya. Angka pengembalian untuk periode ini berada di kisaran 61 persen.

Franoto menegaskan, layanan "Lost and Found" memang disediakan untuk membantu. Semua barang temuan didata, diberi label, lalu dimasukkan ke sistem nasional agar lebih mudah dilacak.

“Pelanggan yang kehilangan barang diimbau untuk segera melapor kepada kondektur, petugas Polsuska, atau melalui Contact Center KAI 121,” ujar Franoto, Rabu kemarin.

Namun begitu, dia juga mengingatkan bahwa tanggung jawab utama tetap ada di tangan penumpang. KAI tidak bisa disalahkan atas kelalaian pribadi.

Nah, buat yang barangnya ketinggalan, bisa datang ke sejumlah stasiun. Antara lain Pasar Senen, Gambir, Bekasi, atau Jatinegara. Syaratnya, bawa identitas dan bukti kepemilikan yang jelas. Khusus untuk makanan, jangan ditunda. Masa penyimpanannya cuma satu hari. Kalau lewat, ya terpaksa dimusnahkan. Sudah ada 11 item makanan yang berakhir seperti itu tahun ini.

Kalau dilihat trennya, jumlah barang tertinggal ini memang cenderung naik. Di 2024 ada 2.864 barang, lalu melonjak jadi 3.888 barang di 2025. Nilainya pun ikut meroket dari Rp4,43 miliar menjadi Rp5,69 miliar. Data tiga bulan pertama 2026 ini sepertinya mengikuti pola yang sama.

Meski jumlahnya bertambah, tingkat pengembalian selama ini ternyata cukup tinggi. Pada 2024, 97% barang berhasil dikembalikan. Angkanya turun sedikit jadi 91% di 2025. Untuk 2026, persentasenya diharapkan bisa naik lagi seiring penyelesaian proses yang masih berjalan.

“Kami kembali mengingatkan pelanggan untuk lebih teliti, terutama saat naik dan turun kereta, serta sebelum meninggalkan tempat duduk,” tambah Franoto.

Di sisi lain, aturan bagasi juga perlu diperhatikan. Maksimal 20 kilogram dengan ukuran tertentu. Kalau kelebihan, bakal kena tarif tambahan. Poinnya, KAI berjanji akan terus mengoptimalkan layanan mereka. Tapi, sekali lagi, kewaspadaan penumpang tetap yang paling utama. Jangan sampai barang berharga Anda jadi sekadar statistik berikutnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar