Senin, 20 April 2026, menjadi hari pertama digelarnya Tes Kemampuan Akademik atau TKA untuk jenjang SD. Tes ini memang tidak wajib dan bukan penentu kelulusan. Tapi, menurut Kemendikdasmen, hasilnya punya peran penting. TKA berfungsi sebagai alat asesmen pendidikan untuk memotret profil belajar siswa, khususnya di bidang literasi dan numerasi.
Nah, untuk tingkat SD, mata uji yang diujikan cuma dua: Bahasa Indonesia dan Matematika. Aturan mainnya sudah diatur lewat Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. Jadi, semuanya punya dasar yang jelas.
Bahasa Indonesia SD/MI/Sederajat
Fokus TKA Bahasa Indonesia untuk siswa SD sederajat ini cuma satu: membaca. Kenapa membaca? Menurut penjelasan resmi, keterampilan ini dianggap fondasi utama. Fondasi untuk belajar lebih lanjut dan bahkan untuk bekerja di tengah era teknologi yang terus berubah dengan cepat.
Muatan
Soal membaca ini nanti akan menguji dua jenis teks. Pertama, teks informasi yang berisi fakta-fakta sederhana dari berbagai topik, baik skala lokal maupun nasional.
Kedua, teks fiksi. Teks ini berupa cerita rekaan, bisa fantasi atau berdasarkan fakta sejarah dan biografi. Karakternya cukup spesifik: latar ceritanya konkret, tokohnya datar, konfliknya tunggal dengan penyelesaian yang jelas. Alurnya maju dan umumnya menggunakan sudut pandang orang pertama.
Karakteristik
Lalu, seperti apa rincian soalnya? Untuk kosakata, yang diujikan meliputi kata dasar, kata berimbuhan, dan kata konkret. Makna denotatif lebih dominan, sementara makna konotatif hanya muncul dalam konteks yang terbatas.
Dari sisi kalimat, rata-rata terdiri dari 3 sampai 7 kata per kalimat dengan pola dasar SPOK. Struktur bahasanya campuran antara bahasa tulis dan bahasa lisan, tapi dalam batas tertentu.
Terakhir, karakteristik wacananya. Kohesi teks akan diuji lewat pengacuan atau referensi, serta konjungsi antarparagraf yang bersifat menambahkan atau menjelaskan. Panjang teksnya berkisar 150-200 kata, kecuali untuk teks puisi.
Matematika SD/MI/Sederajat
Di sisi lain, TKA Matematika punya tujuan yang sedikit berbeda. Tes ini dirancang untuk mengukur pemahaman siswa terhadap fakta, konsep, prinsip, dan prosedur matematika. Tidak cuma hafalan, tapi juga kemampuan menerapkan pengetahuan itu untuk memecahkan masalah atau problem solving.
Ilustrasi Pexels
Muatan
Muatan soalnya sendiri mengacu pada elemen kurikulum, baik Kurikulum 2013 maupun Kurikulum Merdeka. Cakupannya meliputi tiga elemen besar: bilangan, geometri dan pengukuran, serta data.
Pengetahuannya diuji lewat beragam permasalahan. Ada yang konteksnya murni matematika, ada juga yang diambil dari situasi keseharian. Bisa terkait kejadian di lingkup pribadi siswa atau lingkungan sekitarnya. Intinya, matematika yang aplikatif.
Artikel Terkait
Kebijakan Visa AS Dinilai Hambat Antusiasme Suporter ke Piala Dunia 2026
Militer Israel Selidiki Tewasnya Bayi 7 Bulan Akibat Tembakan Pasukan di Tepi Barat
BWF Resmi Ubah Format Turnamen Super 1000, Durasi Diperpanjang hingga 11 Hari
Kejaksaan Agung Dinilai Berani Bongkar Korupsi di Badan Gizi Nasional, Beri Peringatan Keras ke Pengelola Program MBG