Ledakan Gudang Pengoplosan Elpiji di Temanggung Lukai Empat Orang

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:45 WIB
Ledakan Gudang Pengoplosan Elpiji di Temanggung Lukai Empat Orang

Dini hari yang sunyi di Temanggung pecah oleh suara menggelegar. Sebuah ledakan keras mengguncang Dusun Growo, Desa Danupayan, Kecamatan Bulu, dan disusul kobaran api yang melahap sebuah gudang. Sumber ledakan diduga berasal dari aktivitas pengoplosan elpiji di dalamnya, dengan api dari kompor disebut-sebut sebagai pemicu awal.

Kapolres Temanggung AKBP Zamrul Aini mengonfirmasi peristiwa nahas itu. Menurutnya, ledakan terjadi di waktu sahur.

"Kejadian itu terjadi saat waktu sahur, ada ledakan kemudian tempatnya terbakar. Ada empat korban dalam kejadian itu, dan sekarang mendapat perawatan intensif di RSUD Temanggung karena mengalami luka bakar,"

Begitu api berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar Kabupaten Temanggung, situasi di lokasi masih mencemaskan. Ratusan tabung elpiji ukuran 3 dan 12 kilogram berserakan. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, petugas segera mengevakuasi semua tabung tersebut. Tujuannya jelas: menghindari ledakan susulan yang bisa lebih parah.

Namun begitu, kasus ini ternyata tak sesederhana kebakaran biasa. Kapolres Zamrul menyelipkan titik terang lain yang sedang ditelusuri timnya.

"Dalam kejadian ini ada indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi. Ini sedang kita dalami mekanismenya,"

Ucapan itu membuka kemungkinan adanya pelanggaran hukum yang lebih kompleks di balik aktivitas di gudang tersebut.

Saat ini, TKP masih dalam pengamanan ketat. Polisi sibuk melakukan olah TKP untuk mengungkap penyebab pasti ledakan. Mereka juga berusaha memastikan ada atau tidaknya unsur pelanggaran terkait pengoplosan elpiji subsidi itu.

Zamrul menjelaskan langkah mereka ke depan.

"Saat ini kami mengamankan tempat kejadian perkara dulu biar steril, biar masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa. Setelah ini steril semua, kita akan meminta keterangan dari para korban yang saat ini dirawat di rumah sakit untuk nanti kita mendapat informasi lebih lanjut,"

Proses penyelidikan masih berlanjut. Empat korban luka bakar menjadi saksi bisu utama yang ditunggu keterangannya setelah kondisi mereka memungkinkan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar