IHSG Tembus Level 6.000, BUMN Jadi Motor Penggerak Utama Kebangkitan Pasar Modal

- Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:15 WIB
IHSG Tembus Level 6.000, BUMN Jadi Motor Penggerak Utama Kebangkitan Pasar Modal

Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyatakan rasa syukur dan apresiasinya atas tingginya kepercayaan investor global yang mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus level psikologis 6.000. Pencapaian ini dinilai sebagai bukti nyata ketangguhan fundamental ekonomi Indonesia, terutama dari portofolio perusahaan pelat merah.

“Ini adalah bukti nyata bahwa investor global maupun domestik menaruh kepercayaan penuh pada ketangguhan fundamental ekonomi Indonesia, khususnya pada portofolio BUMN kita,” ujar Dony dalam keterangan resminya, Sabtu, 13 Juni 2026.

IHSG mencatatkan kebangkitan signifikan pada perdagangan Jumat dengan melesat kembali menembus level 6.000. Kebangkitan pasar modal ini berjalan beriringan dengan penguatan nilai tukar rupiah yang kembali ke kisaran Rp17.900-an.

Dony menyoroti kinerja positif saham-saham BUMN, terutama sektor pertambangan yang melesat hingga sekitar tujuh persen, serta sektor perbankan pelat merah dan Telkom. Sejak awal sesi perdagangan, saham-saham tersebut mencatatkan volume akumulasi beli yang masif dari investor domestik maupun asing.

“Melihat pergerakan IHSG yang melesat hijau menembus 6.000 dan nilai tukar rupiah yang kembali menguat hari ini, kita patut bersyukur dan bangga. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelaku pasar,” ujar Dony.

Menurutnya, dominasi saham BUMN dalam mendorong laju IHSG merupakan refleksi nyata dari kualitas fundamental bisnis yang sehat berkat transformasi berkelanjutan. Ia mengajak masyarakat untuk terus merawat optimisme karena stabilitas ini akan berdampak langsung pada ekonomi riil.

“Bagi masyarakat luas, stabilitas ini memastikan biaya kebutuhan pokok terkendali, dan aliran investasi akan bermuara pada penciptaan lapangan kerja baru yang lebih luas. Hilangkan keraguan, mari bersama-sama kita jaga optimisme,” kata Dony.

Kebangkitan IHSG dan rupiah tidak lepas dari sinergi langkah cepat dan strategis pemerintah bersama otoritas terkait. Pada 9 Juni 2026, Bank Indonesia menyesuaikan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen, sebuah keputusan yang langsung memulihkan kepercayaan pasar.

Ke depan, BP BUMN bersama Danantara berkomitmen mengawal performa seluruh portofolio perusahaan negara agar tetap adaptif dan tangguh menghadapi dinamika ekonomi global. Mereka juga berupaya secara konsisten memberikan nilai tambah maksimal bagi pemegang saham dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Momentum positif ini menandakan bahwa kebijakan yang sedang dijalankan berada di jalur yang tepat. Iklim investasi yang stabil adalah kunci menarik kemitraan strategis bernilai tinggi,” ucap Dony.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar