DPR Desak Pemerintah Antisipasi Dampak Penutupan Ruang Udara Timur Tengah bagi Jemaah Umrah

- Senin, 02 Maret 2026 | 14:15 WIB
DPR Desak Pemerintah Antisipasi Dampak Penutupan Ruang Udara Timur Tengah bagi Jemaah Umrah

Pemerintah didesak untuk segera bertindak. Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Abdul Wachid, menyuarakan kekhawatirannya soal dampak penutupan ruang udara di Timur Tengah terhadap jemaah umrah Indonesia. Menurutnya, langkah mitigasi harus segera disiapkan agar perjalanan ibadah warga negara tidak terhambat.

“Kami di Komisi VIII DPR RI terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah, khususnya Kemenhaj, untuk memitigasi perkembangan situasi di Timur Tengah,” ujar politisi Gerindra dari Jawa Tengah itu, Senin (2/3/2026).

“Perhatian kuat kami saat ini tertuju pada jemaah yang menggunakan penerbangan transit, seperti di Doha, Qatar, maupun Dubai. Mereka inilah yang paling rentan terdampak jika terjadi penutupan ruang udara secara mendadak.”

Abdul Wachid menilai, jalur transit di Doha dan Dubai adalah titik krusial. Kalau eskalasi konflik berlanjut dan akses udara tiba-tiba ditutup, situasinya bisa runyam. Di sisi lain, Komisi VIII disebut terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk memastikan keselamatan jemaah, baik yang sudah sampai di Arab Saudi maupun yang masih dalam perjalanan.

Tak cuma pemerintah, pihak penyelenggara perjalanan umrah (PPIU) juga jadi sorotan. Wachid menekankan tanggung jawab penuh mereka dalam memberikan kepastian informasi dan perlindungan. “Saya meminta pihak travel (PPIU) untuk benar-benar bertanggung jawab dan bekerja sama penuh dengan pemerintah,” tegasnya.

“Tidak boleh ada jemaah yang dibiarkan tanpa kejelasan.”

Ia juga mendorong Kemenhaj untuk menjalin komunikasi yang sangat intensif. Tidak hanya dengan KBRI di negara-negara transit, tapi juga dengan seluruh stakeholder terkait. Tujuannya satu: perlindungan jemaah Indonesia harus benar-benar terjamin.

Lalu bagaimana jika ada jemaah yang tertahan karena gangguan penerbangan? Menurut Wachid, pemerintah perlu punya skenario darurat. Apalagi jika situasi di lapangan belum membaik dalam beberapa hari ke depan. Persiapan itu, katanya, mutlak diperlukan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar