Begitu bunyi pernyataan Trump. Ancaman tersirat di sana. Dia seolah memberi ultimatum: patuhi kesepakatan, atau hadapi konsekuensinya. Trump bahkan mengisyaratkan serangan yang lebih besar bisa terjadi jika perundingan nanti mentok.
"Militer kita yang hebat sedang bersiap dan beristirahat. Mereka menantikan penaklukan berikutnya,"
Tambahan ini semakin mempertegas nada konfrontasinya. Di satu sisi, ada upaya diplomasi di meja perundingan. Di sisi lain, ancaman militer justru digaungkan lebih kencang. Situasinya jadi serba tak pasti. Apa yang terjadi di Pakistan nanti, tentu akan menentukan arah selanjutnya. Apakah perang dingin ini akan mereda, atau justru memanas lagi.
Artikel Terkait
KainIndonesia.co Sulap Wastra Nusantara Jadi Fesyen Modern, Didukung LinkUMKM BRI
Kejati DKI Geledah Kantor KemenPU, Menteri Dody Buka Akses Penuh
Mediasi Kasus Pandji Pragiwaksono Berjalan Santai dan Sejuk di Polda Metro Jaya
Pemerintah Yakin Ekonomi Tumbuh 5,5% di 2026, Bantah Proyeksi Bank Dunia