Ledakan Guncang Gedung Padel dan SD di Bogor, Tak Ada Korban Jiwa

- Kamis, 09 April 2026 | 17:15 WIB
Ledakan Guncang Gedung Padel dan SD di Bogor, Tak Ada Korban Jiwa

Oleh: Saeful Hardi


TVRINews, Jawa Barat

Suara ledakan keras mengguncang kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis pagi (9/4/2026). Sumbernya diduga berasal dari sebuah gedung lapangan padel yang kini rusak parah. Guncangannya ternyata tak hanya berhenti di sana. Bangunan SDN 03 Ciangsana yang letaknya bersebelahan ikut merasakan dampaknya.

Rekaman video amatir yang beredar memperlihatkan kondisi mengerikan. Sisi gedung olahraga itu hancur berantakan. Sementara di sekolah, kaca-kaca berjatuhan dan plafon ruangan rusak. Suasana pagi yang seharusnya tenang langsung berubah jadi chaos.

Salah seorang warga, Indri, mendengar sendiri suara menggelegar itu.

"Terjadi ledakan di padel dekat SDN 03 Ciangsana. Waktu itu kondisi kosong, tidak ada orang, air juga keluar," ujarnya.

Untungnya, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 05.20 WIB. Aktivitas warga masih sepi, dan anak-anak sekolah pun belum mulai belajar. Faktor waktu inilah yang diduga kuat menyelamatkan banyak nyawa. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Namun begitu, kerusakan yang ditimbulkan terbilang signifikan. Tekanan ledakan ternyata cukup kuat untuk merobohkan bagian gedung padel dan merambat ke fasilitas sekolah di sebelahnya. Puing-puing bertebaran di lokasi.

Saat ini, situasi sudah mulai terkendali. Polisi dari Polsek Gunung Putri bersama tim sudah tiba dan mengamankan seluruh area. Mereka sibuk melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, dan mencoba merangkai kronologi.

Pertanyaan besarnya: apa pemicu ledakan? Hingga berita ini diturunkan, penyebab pastinya masih menjadi misteri. Penyidik masih menyelidiki, menelusuri setiap kemungkinan. Masyarakat sekitar diimbau untuk tetap waspada dan menjauhi lokasi kejadian.


Editor: Redaktur TVRINews

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar