Menyadari diksinya yang memicu kontroversi, Said pun meminta maaf. Ia mengakui bahwa pilihan kata tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, khususnya di kalangan EO yang berjalan secara profesional.
Sebelumnya, klarifikasi ini muncul setelah Forum Backstagers Indonesia merespons keras pernyataan awal Said Didu. Mereka menilai pernyataan itu bukan sekadar keliru, tetapi mencerminkan cara pandang yang bermasalah.
Ketua Forum Backstagers Indonesia, Andro Rohmana, menyebut hal ini bukan kali pertama ekonomi kreatif dinilai secara keliru oleh tokoh publik.
Jadi, begitulah duduk perkaranya. Said Didu fokus pada penyalahgunaan wewenang oleh oknum, sementara pelaku industri merasa stigma itu justru merugikan mereka yang bekerja dengan baik. Sebuah salah paham yang, untungnya, mulai menemui titik terang.
Artikel Terkait
Menteri ESDM Pastikan Stok Elpiji Nasional Aman untuk Lebih dari 10 Hari
Presiden Prabowo Segera Lantik Hakim MK dan Ombudsman Baru Pekan Ini
Indonesia Sambut Positif Gencatan Senjata Dua Pekan Iran-AS
Pemerintah Tegaskan Pemotongan Gaji Pejabat Masih Wacana, Belum Diputuskan