JAKARTA – Mimpi itu akhirnya nyata. Setelah bertahun-tahun, The Changcuters benar-benar akan manggung di Inggris. Band rock n roll itu baru saja mengumumkan tur perdana mereka di tanah Ratu Elizabeth, rencananya digelar April 2026 mendatang. Bagi mereka, ini bukan cuma sekadar jadwal konser biasa. Rasanya seperti menghidupkan lagu mereka sendiri, “Hijrah ke London”, yang dulu mungkin cuma imajinasi di atas panggung.
Tur bertajuk “Berangkat ke UK” ini akan menjangkau tiga kota. Mereka bakal membuka panggung di Newcastle tanggal 15 April, lalu beranjak ke Edinburgh dua hari setelahnya. Puncaknya, pada 19 April, mereka akan berdiri di atas panggung ibukota Inggris, London.
“Harusnya tahun lalu, tapi jadwal kami padat banget. Akhirnya baru bisa jalan sekarang,”
kata Mohammad Tria Ramadhani, vokalis band, saat ditemui Rabu lalu di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan. Rencana ini, menurutnya, sudah lama mengendap. Baru tahun ini akhirnya bisa direalisasikan setelah kesibukan mereka di dalam negeri sedikit mereda.
Lantas, bagaimana cerita lengkapnya sampai band asal Bandung ini bisa dapat tawaran manggung di Inggris?
Dari Sebuah Tawaran, Sampai Rencana yang Diringkas
Di balik layar, sosok Dipa Nandastyra Hasibuan, manajer band, punya peran kunci. Menurut penuturannya, semua berawal dari sebuah email dan percakapan dengan pihak event organizer di London yang tertarik membawa musik The Changcuters ke sana.
“Awalnya ada yang hubungi dari London, lalu kita coba rangkai sampai akhirnya bisa kejadian,”
kata Dipa. Prosesnya tidak instan, tentu saja. Butuh negosiasi dan penyesuaian jadwal yang njelimet.
Menariknya, rencana awal sebenarnya lebih ambisius. Manchester sempat masuk dalam daftar kota yang akan disambangi. Namun begitu, karena berbagai pertimbangan teknis dan persiapan yang dianggap belum maksimal, kota tersebut akhirnya dikeluarkan dari rute. Meski begitu, penggemar dari Manchester nggak perlu kecewa. Mereka tetap bisa menonton dengan datang ke kota terdekat, seperti Newcastle atau London.
Bagi Tria dan kawan-kawan, perjalanan ini terasa sangat emosional. Ada rasa takjub yang sulit diungkapkan. Lagu yang mereka ciptakan dulu, tiba-tiba menjadi peta perjalanan mereka sendiri.
“Kadang kami bikin sesuatu tanpa rencana jauh, tapi malah jadi kejadian. Sekarang kami benar-benar mau ke London,”
tutur Tria. Suaranya terdengar masih tak percaya.
Tur Inggris ini jelas sebuah pencapaian besar. Lebih dari sekadar serangkaian konser, ini adalah langkah konkret mereka membawa musik Indonesia ke panggung yang lebih luas. Mimpi yang dulu cuma dinyanyikan, kini siap mereka jalani dengan gitar dan drum yang sama berisiknya.
Artikel Terkait
Survei Global Ungkap 77 Persen Perusahaan Kesulitan Cari Tenaga Kerja, Kampus Diminta Perkuat Keterampilan Praktis dan AI
Masyarakat Mulai Beralih ke Besek Bambu hingga Daun Jati sebagai Wadah Daging Kurban yang Ramah Lingkungan
Sam Bimbo di Usia 84 Ungkap Peran Istri sebagai Kunci Kebugaran dan Daya Ingat Tajam
Celyna dan Niki Becker Tampil Bedah Genre di Final Indonesian Idol XIV, Judika Soroti Tantangan Lagu “Boleh Juga”