Menteri ESDM Pastikan Stok Elpiji Nasional Aman untuk Lebih dari 10 Hari

- Kamis, 09 April 2026 | 06:50 WIB
Menteri ESDM Pastikan Stok Elpiji Nasional Aman untuk Lebih dari 10 Hari

Stok Elpiji Nasional Diklaim Aman, Cadangan Tembus Lebih dari 10 Hari

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan kabar melegakan soal ketersediaan elpiji. Ia memastikan stok LPG nasional berada dalam kondisi aman. Bahkan, cadangan yang ada saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan lebih dari sepuluh hari ke depan.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil di sekitar Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu lalu. Menurutnya, masa-masa sulit terkait pasokan elpiji sebenarnya sudah terlewati.

“Saya menyampaikan bahwa masa sulit kita untuk LPG sudah kita lewati sejak tanggal 4. Alhamdulillah sekarang cadangan kita untuk LPG kapasitasnya sudah di atas 10 hari,” ujar Bahlil.

“Sebentar lagi kapal kita masuk dan solar tidak kita lakukan impor, yang kita lakukan itu tinggal bensin saja, tinggal keluar lebih sekitar 20-22 juta kiloliter. Itu saja,” sambungnya menambahkan penjelasan.

Di sisi lain, pemerintah juga mencoba menenangkan publik terkait ketergantungan energi pada kawasan rawan. Bahlil mengungkapkan, kebutuhan Indonesia atas pasokan dari Timur Tengah sebenarnya terbatas. Impor dari sana hanya berupa minyak mentah atau crude oil, dengan porsi yang tidak dominan.

“Total yang kita ambil dari Selat Hormuz untuk crude, kita kan tidak pernah impor BBM jadi dari Timur Tengah, dari Middle East. Yang ada itu tinggal crude-nya saja, crude-nya itu sekitar 20-25 persen,” jelasnya.

Lalu, bagaimana strategi pemerintah menjaga stok agar tetap stabil? Jawabannya adalah diversifikasi. Pemerintah telah membuka dan mengalihkan pasokan dari berbagai negara lain. Untuk elpiji, misalnya, pasokan juga didatangkan dari Australia, bukan cuma mengandalkan Timur Tengah.

“Kita sudah mampu mendapatkan penggantinya dari beberapa negara seperti Angola, Afrika, Nigeria, Amerika dan beberapa negara lain. Jadi kita insyaAllah sudah clear lah, insyaAllah aman,” imbuh Bahlil meyakinkan.

Upaya diversifikasi sumber ini diharapkan bisa menjadi bantalan. Tujuannya jelas: menjaga ketahanan energi nasional agar tak mudah terguncang gejolak di satu kawasan tertentu.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar