Sebenarnya, pemanfaatan kapal untuk layanan kesehatan bukan hal yang benar-benar baru. Saat ini, tiga kapal rumah sakit KRI dr Soeharso, Kesatria Airlangga, dan dr Lie Dharmawan sudah dimanfaatkan oleh BPJS Kesehatan. Namun begitu, jumlah itu dinilai belum cukup. Ke depan, armada ini akan diperbanyak dengan melibatkan kapal-kapal milik TNI AL.
Latar belakangnya jelas: masih banyak daerah terpencil yang fasilitas kesehatannya sangat terbatas, bahkan nyaris tak ada. "Masih banyak daerah tertinggal yang belum memiliki fasilitas pelayanan kesehatan memadai," jelas Pujo. Dengan kapal yang bisa berlayar langsung ke lokasi, diharapkan masyarakat di pulau-pulau kecil dan pesisir terpencil akhirnya bisa mendapatkan pelayanan yang layak.
Soal waktu pelaksanaan, targetnya cukup singkat. Pujo menyebut, program ambisius ini rencananya akan mulai diwujudkan dalam tiga bulan ke depan. "Ini akan kita rencanakan dalam tiga bulan ke depan," tegasnya.
Jika terealisasi, kapal-kapal rumah sakit itu tak sekadar simbol. Mereka akan menjadi ujung tombak nyata dalam menyehatkan Indonesia dari pinggiran.
Artikel Terkait
Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert Kembali ke Indonesia untuk Agenda Non-Pelatihan
Menteri Keuangan: Keputusan Harga BBM Subsidi Berasal dari Arahan Langsung Presiden
Menteri HAM Usul RUU Kebebasan Beragama, Berbeda Pandangan dengan Menteri Agama
Serang Targetkan Bebas Buang Air Besar Sembarangan pada 2029