Di tengah kericuhan itulah, drone-drone Israel muncul. Dua rudal ditembakkan ke area yang harus diakui sangat padat penduduk. Sebagian besar adalah pengungsi yang sudah kehilangan rumah mereka sebelumnya.
Korban pun berjatuhan. Selain sepuluh orang yang tewas, banyak yang terluka. Sayangnya, angka pastinya masih simpang siur. Sulit memastikan berapa banyak warga sipil yang menjadi korban dalam serangan kali ini.
Ahmed al-Maghazi, salah seorang saksi mata, menggambarkan kronologi dengan jelas. Katanya, para milisi pro-Israel itu beroperasi di perbatasan wilayah yang dikuasai pasukan Israel, lalu mulai melepaskan tembakan.
Ucap al-Maghazi kepada Reuters, Selasa (7/4/2026). Situasinya kacau. Warga yang cuma ingin melindungi tempat tinggal mereka akhirnya jadi sasaran. Laporan ini, seperti biasa, masih harus ditelaah lebih jauh. Tapi di tanah Gaza, duka sudah nyata terasa.
Artikel Terkait
Heineken Gelar Kampanye Fans Have More Friends, Tawarkan 7 Tiket ke Final Liga Champions
Danantara Jelaskan Alasan Mayoritas Operator PLTSa Berasal dari China
Donnarumma Bantah Isu Minta Bonus, Ungkap Luka Terbesar Setelah Italia Gagal ke Piala Dunia
Pertamina Siapkan Strategi Lima Pilar Hadapi Gejolak Energi Global 2026