China Tutup Wilayah Udara Lepas Pantai, Misteri Selama 40 Hari
Beijing tiba-tiba mengeluarkan pengumuman yang mengejutkan: wilayah udara lepas pantai mereka akan ditutup. Dan bukan cuma sehari dua hari, melainkan untuk periode yang sangat panjang, hampir satu setengah bulan. Pemerintah sendiri tidak memberikan penjelasan resmi. Latihan militer? Atau ada alasan lain di baliknya? Pertanyaan itu menggantung, memicu tanda tanya besar.
Media seperti The Wall Street Journal (WSJ) termasuk yang melaporkan kabar ini. Menurut pemberitahuan yang beredar, larangan terbang itu berlaku mulai 27 Maret mendatang dan baru akan dicabut pada 6 Mei. Jadi, totalnya tepat 40 hari.
Lalu, seberapa luas area yang dikunci? Otoritas penerbangan federal AS menyebutkan, zona yang ditutup itu luasnya melebihi wilayah Taiwan. Cakupannya membentang jauh, dari Laut Kuning di dekat Korea Selatan, terus ke selatan menyusuri Laut China Timur yang berhadapan dengan Jepang. Wilayah udara di utara dan selatan Shanghai pun masuk dalam daftar.
Sebenarnya, ini bukan hal yang benar-benar baru. China memang punya riwayat menutup area udara yang sama. Bedanya, biasanya hanya berlangsung singkat beberapa hari saja dan sering dikaitkan dengan latihan tempur. Pemberitahuan untuk maskapai pun jelas: ada latihan perang. Namun kali ini, durasi 40 hari itu yang bikin orang mengernyit. Lama sekali.
Artikel Terkait
Danantara Jelaskan Alasan Mayoritas Operator PLTSa Berasal dari China
Donnarumma Bantah Isu Minta Bonus, Ungkap Luka Terbesar Setelah Italia Gagal ke Piala Dunia
Pertamina Siapkan Strategi Lima Pilar Hadapi Gejolak Energi Global 2026
Bank Dunia Soroti Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global