JAKARTA – Pemerintah lagi mengkaji sebuah wacana yang bakal mengubah suasana kampus. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, ngomong bahwa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sistem hybrid berpotensi diterapkan buat mahasiswa yang udah masuk semester lima ke atas. Intinya, ini bagian dari upaya besar buat efisiensi dan percepatan transformasi digital di dunia perguruan tinggi.
Brian bilang, dia udah minta kampus-kampus buat bikin budaya kerja yang lebih efektif. Caranya? Ya lewat pemanfaatan teknologi digital semaksimal mungkin.
Nah, selain urusan digital, ada juga rencana pengaturan ulang jadwal kuliah. Tujuannya biar lebih terkonsentrasi. Salah satu ide yang lagi dipertimbangkan adalah memungkinkan dosen dan tenaga kependidikan buat kerja dari rumah satu hari dalam seminggu. Tentu saja, dengan catatan, efektivitas belajar-mengajar harus tetap terjaga.
Di sisi lain, Brian ngegas bahwa penerapan PJJ ini nggak akan sembarangan. Sistem hybrid ini rencananya cuma bakal difokusin buat mata kuliah tertentu aja. Dan yang jelas, kebijakan ini enggak bakal menyentuh mahasiswa baru di semester 1 atau 2.
Artikel Terkait
Kejagung Periksa Empat Jaksa Terkait Kasus Mark-Up Videografer Amsal Sitepu
Direktur K3 Beberkan Setoran Rp100 Juta per Tahun ke Pejabat Kemnaker
Kapolda Sumsel Tekankan Peningkatan Kompetensi Personel di Tengah Evaluasi SDM
Mees Hilgers Jadi Incaran PSV, Bek Indonesia Berpeluang Tampil di Liga Champions