Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Jerman mengakui revisi UU ini punya dampak yang "mendalam". Mereka sedang menyusun aturan teknis untuk pengecualian izin keluar negeri ini. Yang masih jadi tanda tanya besar: apa konsekuensinya kalau ada yang nekat pergi tanpa izin?
Ditanya soal sanksi, juru bicara kementerian malah bilang aturan ini "sebenarnya sudah ada sejak era Perang Dingin". Menurutnya, aturan ini "tidak memiliki relevansi praktis" dan yang penting, "tidak ada sanksi bagi pelanggarnya."
Lalu, seperti apa sih UU baru ini secara keseluruhan?
UU yang resmi bernama Military Service Modernization Act ini mulai berlaku 1 Januari lalu. Ambisinya besar: mendongkrak jumlah tentara aktif dari sekitar 180.000 personel sekarang menjadi 260.000 pada 2035. Untuk mencapainya, berbagai langkah disiapkan.
Koalisi pemerintahan Kanselir Friedrich Merz sempat panas memperdebatkan wajib militer. Setelah perundingan alot, mereka sepakat kompromi: untuk sementara, dinas militer tetap sukarela. Tapi, ada beberapa perubahan signifikan yang mulai berlaku.
Mulai tahun ini, semua pria yang menginjak usia 18 tahun wajib mengisi formulir panjang. Isinya seputar pendidikan, kondisi kesehatan, dan yang paling sensitif: kesediaan untuk bertugas. Untuk perempuan, pengisian formulir ini sifatnya sukarela, karena konstitusi tidak memaksa mereka.
Dan ini yang bikin banyak orang mengernyit: mulai pertengahan 2027, semua pria 18 tahun juga wajib ikut tes kebugaran. Tujuannya untuk memetakan siapa saja yang bisa direkrut jika perang benar-benar terjadi. Banyak pengamat melihat ini sebagai langkah pertama yang berbahaya, sebuah batu loncatan menuju wajib militer penuh di masa depan.
Nuansa Perang Dingin sepertinya memang kembali. Hanya waktunya saja yang berbeda.
Artikel Terkait
Cara Cek Penerima PKH Tahap 2 dan Besaran Bantuannya
Polisi Bogor Bongkar Pabrik Oplosan Gas Elpiji, Rugikan Negara Rp13,2 Miliar
Pemerintah Siapkan Lahan Strategis untuk Perumahan Rakyat
Wali Kota Bima Turun Tangan Mediasi Polemik Dapodik Siswa Kelas VI