Jakarta, Senin siang – Ruang tunggu Bareskrim Polri kembali ramai. Kali ini, bukan hanya satu nama yang akan dilaporkan. Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden dua periode, bersiap mengajukan laporan terhadap empat akun YouTube. Tuduhannya berat: mulai dari makar hingga menyebar hoaks.
Kuasa hukum JK, Abdul Haji Talaohu, menjelaskan langkah ini di sela-sela kesibukannya. Pelaporan terhadap keempat akun itu akan digabungkan dengan laporan terhadap Rismon Hasiholan Sianipar yang sudah lebih dulu disiapkan.
"Tidak hanya terhadap saudara Rismon, tetapi ada beberapa pihak lain yang juga akan kami laporkan," kata Abdul kepada para wartawan yang menunggu.
Latar belakangnya berawal dari pernyataan Rismon yang menggegerkan. Rismon disebut-sebut menyaksikan langsung penyerahan uang fantastis, Rp5 miliar, dari JK kepada Roy Suryo dan pihak lain. Uang itu diklaim terkait dukungan terhadap isu ijazah palsu Presiden Jokowi. Klaim itulah yang dibantah keras oleh tim hukum JK.
"Itulah sebabnya laporan ini kami buat sebagai langkah serius," ujar Abdul. Ia menegaskan, ini soal meminta pertanggungjawaban dan klarifikasi.
Nah, siapa saja yang kena bidik? Keempat akun YouTube itu adalah Ruang Konsensus, Musik Ciamis, Mosato TV, dan YouTuber Nusantara. Masing-masing dianggap telah melanggar batas.
Ambil contoh Ruang Konsensus. Akun ini, menurut Abdul, mengunggah podcast yang isinya menyebut JK punya ambisi tak rasional untuk berkuasa. Bahkan lebih jauh.
“Ada pernyataan yang menuduh Pak JK sebagai ‘pecundang’ yang jika ditarik dapat mengarah pada tuduhan inkonstitusional. Ini merupakan berita bohong yang perlu diuji,” paparnya.
Lalu ada Mosato TV. Kontennya dinilai lebih ekstrem lagi, menuding JK berencana melakukan makar terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran yang baru saja terbentuk.
“Ada kalimat yang sangat fatal menurut kami, yakni ‘indikasi kemunafikan, puji Prabowo tapi mau makar’. Ini pernyataan yang serius,” ungkap Abdul.
Ia juga curiga ada afiliasi tertentu di balik akun-akun tersebut. Salah satu yang disorot adalah YouTuber Nusantara, yang baru-baru ini merayakan ulang tahun pertamanya di Solo.
“Silakan ditafsirkan sendiri. Mereka juga baru merayakan satu tahun YouTuber Nusantara di Solo,” ujarnya, menyiratkan sesuatu.
Di sisi lain, kabar yang beredar soal Rismon ini pun dibantah habis oleh pihaknya. Kuasa hukum Rismon, Jahmada Girsang, bersikukuh kliennya tak pernah menyebut nama JK.
“Rismon tidak pernah menyebut nama Pak JK,” tegas Jahmada via telepon, Senin ini.
Menurutnya, semua informasi yang beredar itu adalah hoaks belaka. Bahkan, ia menduga kuat itu adalah hasil rekayasa teknologi.
“Semua yang beredar itu hoaks. AI,” katanya singkat namun penuh keyakinan.
Jadi, dua versi yang bertolak belakang ini kini akan berujung pada meja penyidik Bareskrim. Laporan resmi tinggal menunggu waktu. Publik pun menunggu, bagaimana polisi akan mengurai benang kusut saling lapor dan saling tuduh ini.
Artikel Terkait
Pemuda Hilang Terseret Arus Kali Bekasi saat Hendak Memancing, Tim SAR Lakukan Penyisiran
Tijjani Reijnders, Gelandang Manchester City, Ucapkan Selamat atas Hat-trick Gelar Persib Bandung
Empat Klub Berebut Tiket Liga Champions di Laga Pamungkas Serie A
Peneliti BRIN Raih Gelar Doktor di Usia 62 Tahun dari ITB