Yang kelima dan tak kalah penting adalah koordinasi. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, TNI, dan semua pemangku kepentingan harus diperkuat. Ini biar akselerasi di lapangan benar-benar efektif.
Amran juga meminta pemerintah daerah bergerak cepat. Kebutuhan alat, seperti untuk irpom, harus segera diusulkan. "Bahkan daerah seluruh Indonesia yang masih butuh irpom segera usulkan sekarang via online. Kepala Dinas usulkan cepat agar kita bisa geser anggaran. Yang butuh pompa tolong pantau," tegasnya.
Baginya, semua ini bermuara pada kecepatan bertindak. Periode April, Mei, dan Juni 2026 akan menjadi penentu. "Yang jadi critical point April, Mei, Juni," tutur Amran. "Kalau target lolos, insya Allah swasembada pangan ini berkelanjutan."
Di balik kekhawatiran, ada optimisme. Amran yakin, dengan kolaborasi solid antara pusat dan daerah, dukungan TNI, serta kerja keras petani dan penyuluh di lapangan, swasembada bisa dipertahankan.
"Saya percaya swasembada tercapai karena kalian semua," ucapnya. "Ini kebanggaan di saat krisis kondisi ekonomi dunia, pertanian tampil untuk mitigasi risiko, menstabilkan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani."
Sinergi lintas sektor itulah yang kelak menjadi kunci. Untuk ketahanan pangan nasional, dan untuk menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian iklim yang makin nyata.
Artikel Terkait
Pemerintah dan BUMN Bangun 324 Hunian Baru di Kawasan Senen
ATR/BPN Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Pengukuran Tanah
Konflik Timur Tengah Paksa Industri Plastik Nasional Hitung Ulang Biaya Produksi
Industri Plastik Waspadai Rantai Pasok Membengkak Imbas Diversifikasi Bahan Baku