Ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran kian memuncak. Serangan udara dan operasi militer di berbagai lokasi telah berlangsung, meninggalkan korban jiwa dan fasilitas-fasilitas penting yang hancur berantakan. Situasinya benar-benar panas.
Dalam beberapa hari terakhir, serangan balasan terus terjadi. Korban tewas dan luka-luka berjatuhan, sementara infrastruktur strategis luluh lantak. Berikut ini adalah gambaran terbaru dampak konflik ini, dirangkum berdasarkan laporan pada Minggu, 5 April 2026.
Lima Nyawa Melayang di Iran
Zona Ekonomi Petrokimia Khusus Mahshahr, di barat daya Iran, jadi sasaran. Serangan gabungan AS dan Israel ke kawasan industri itu menewaskan lima orang.
Valiollah Hayati, wakil gubernur provinsi Khuzestan, mengonfirmasi kabar duka ini.
"Lima orang gugur setelah serangan musuh Amerika-Zionis terhadap beberapa perusahaan yang terletak di Zona Ekonomi Khusus Petrokimia Mahshahr," ujarnya, seperti dilansir kantor berita ISNA.
Tak hanya korban jiwa. Menurut laporan resmi IRNA, sekitar 170 orang lainnya mengalami luka-luka. Tiga perusahaan di kawasan petrokimia itu rusak parah akibat hantaman dari udara.
Rudal Iran Terjang Tel Aviv, Lima Orang Terluka
Di sisi lain, Iran tak tinggal diam. Mereka meluncurkan rudal ke arah Tel Aviv dan sekitarnya. Akibatnya, sejumlah warga sipil terluka.
Layanan darurat Magen David Adom menyebut ada lima korban luka ringan. Seorang pria berusia 45 tahun terluka akibat pecahan kaca di Bnei Brak. Dua pria berusia 20-an dan seorang lainnya juga mengalami hal serupa, terkena pecahan kaca dan gelombang ledakan.
Belum lagi seorang pria 52 tahun yang dilarikan ke rumah sakit di Ramat Gan karena "terluka ringan akibat gelombang ledakan".
Kerusakan fisiknya pun nyata. Foto-foto dari lokasi kejadian menunjukkan sebuah rumah di Ramat Gan luluh lantak. Lantai atasnya hancur total, sementara bangunan di sekitarnya porak-poranda. Dinding-dinding terkelupas, interior berantakan semua akibat pecahan peluru rudal.
Permukiman dan Fasilitas Militer Tak Luput
Serangan itu jelas meninggalkan bekas yang dalam. Banyak bekas benturan terlihat di dinding rumah-rumah warga dan bangunan di sekitar kompleks militer.
Joy Frankel, seorang pekerja sosial di lokasi, menggambarkan keadaannya. "Semua ini akibat pecahan peluru," katanya, menyaksikan langsung kerusakan yang terjadi.
Menurut sejumlah saksi, puing-puing rudal juga berhamburan di Yerusalem timur dan area dekat pangkalan militer Kirya di Tel Aviv. Untungnya, tak ada korban jiwa tambahan dari insiden ini.
Dampak Meluas ke Bahrain dan Kuwait
Konflik ini ternyata tak hanya menyebar di wilayah langsung yang bertikai. Ancaman Teheran merambah ke negara-negara Teluk lainnya, menyasar fasilitas energi dan infrastruktur vital.
Di Bahrain, sebuah serangan drone memicu kebakaran hebat di tangki penyimpanan milik perusahaan energi Bapco.
"Bapco Energies mengonfirmasi insiden yang terjadi di salah satu fasilitas penyimpanannya hari ini yang mengakibatkan kebakaran tangki, sebagai akibat dari serangan drone Iran yang bermusuhan," bunyi pernyataan perusahaan itu. Mereka memastikan api telah dipadamkan dan situasi terkendali. Tidak ada korban luka.
Sementara itu, Kuwait juga merasakan dampaknya. Kementerian Listrik dan Air setempat melaporkan dua pembangkit listrik dan unit desalinasi air mereka rusak akibat serangan drone Iran. Kerusakan materialnya signifikan, memaksa penutupan dua unit pembangkit. Ini masalah serius bagi negara gurun yang sangat bergantung pada fasilitas desalinasi untuk pasokan air bersih.
Di Uni Emirat Arab, upaya pemadaman masih dilakukan di sebuah pabrik petrokimia Borouge di Kota Industri Ruwais. Kebakaran itu dipicu oleh puing-puing yang jatuh setelah sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegah serangan. Pihak berwenang Abu Dhabi menyatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Serangan Iran ke infrastruktur sipil di negara-negara Teluk ini bukan tanpa alasan. Ini dilihat sebagai balasan atas hantaman AS-Israel yang sebelumnya telah menghantam target-target ekonomi penting Iran. Siklus serangan balasan ini, sayangnya, sepertinya masih akan terus berlanjut.
Artikel Terkait
Menlu Sugiono di DK PBB: Penerapan Hukum Internasional yang Selektif Jadi Akar Krisis Global
Sembilan Kios Hangus Terbakar di Pasar Ciroyom Bandung, Tak Ada Korban Jiwa
Ratusan Pegawai Indomaret Demo Tolak Penggantian Upah Lembur Hari Libur Nasional dengan Cuti Tambahan
Gajah Tunggal Bagikan Dividen Rp278,78 Miliar, Laba Bersih Tumbuh 4,7 Persen di 2025