Klaim dramatis ini seolah mendapat penguat dari sejumlah video yang beredar di media sosial. Rekaman-rekaman itu mempertontonkan puing-puing pesawat yang berserakan di sebuah area luas di Isfahan, meski belum bisa dipastikan keaslian dan asal-usulnya.
Namun begitu, narasi yang dibangun Teheran ini langsung dibantah oleh pihak Amerika. Seorang pejabat AS yang berbicara kepada The New York Times menyatakan hal yang sama sekali berbeda. Menurut sumber itu, kopilot dari F-15E yang jatuh justru telah berhasil dievakuasi. Saat ini, sang awak pesawat dikabarkan sedang menjalani perawatan medis di Kuwait.
Jadi, ada dua versi cerita yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, Iran menggambarkan sebuah operasi penyelamatan yang berakhir bencana bagi AS. Di sisi lain, pejabat Amerika menyiratkan bahwa misi mereka justru berhasil. Kebenaran di lapangan masih samar, tertutup oleh kabut perang informasi dan klaim-klaim yang saling bersilangan.
Artikel Terkait
Angin Kencang di Bandung Picu Penghentian Sementara Kereta Cepat Whoosh
Pemprov DKI Akui Validasi Pengaduan JAKI Pakai Foto AI, Kelurahan Ditegur
Ekspor Tempe Senilai Rp2,1 Miliar ke Chile Jadi Pintu Masuk Pasar Amerika Latin
Ahli Serukan Penggunaan BBM Bijak sebagai Tanggapan Krisis Geopolitik dan Iklim