Khartoum – Laporan terbaru dari dua badan PBB membuka mata kita tentang situasi mengerikan di Sudan. Setidaknya 2.042 orang tewas dan 785 lainnya luka-luka. Angka itu bukan muncul dalam pertempuran langsung, melainkan dari 214 serangan terpisah yang menyasar fasilitas layanan medis sejak konflik meletus tahun 2023 lalu.
Menurut pernyataan bersama WHO dan UNICEF, kekerasan ini sama sekali tidak mereda. Baru di tiga bulan pertama tahun 2026 ini saja, sudah ada 184 korban jiwa dan 295 korban luka yang tercatat. Serangannya makin menjadi-jadi, baik skalanya maupun frekuensinya, terutama di wilayah-wilayah yang jadi pusat konflik.
“Serangan-serangan ini semakin membatasi akses ke layanan kesehatan pada saat layanan tersebut paling dibutuhkan,”
kata Shible Sahbani, perwakilan WHO untuk Sudan. Ia menegaskan pentingnya perlindungan bagi pasien dan para tenaga kesehatan yang masih bertahan.
Artikel Terkait
Serangan Israel di Lebanon Tewaskan Tiga Warga Sipil, Rusak Rumah Sakit di Tyre
Inter Milan Hajar AS Roma 5-2, Posisi Puncak Serie A Makin Kokoh
Polisi Gerebek Sarang Narkoba di OKU Timur, 5 Orang Diamankan
Brimob dan Polres Jaktim Amankan Remaja Ugal-ugalan dan Tangani Pesta Miras di Condet