Air sudah menggenangi jalan-jalan di Perumahan Bukit Pamulang Indah, Tangerang Selatan, sejak Sabtu pagi. Ketinggiannya tak main-main, mencapai sekitar 80 sentimeter. Menghadapi situasi ini, Tim SAR Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya langsung bergerak untuk mengevakuasi warga yang terdampak.
Mereka turun dengan perahu karet, menyusuri permukiman yang berubah jadi kolam. Evakuasi dilakukan bertahap, tentu saja dengan memprioritaskan titik terdampak paling parah dan kelompok rentan seperti lansia atau anak-anak. Tujuannya satu: memastikan keselamatan.
Menurut sejumlah saksi, prosesnya berjalan meski harus menghadapi arus yang cukup deras.
Dalam keterangannya, Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, menegaskan respons cepat adalah kunci.
"Kami hadir untuk memberikan pertolongan langsung kepada masyarakat, terutama dalam kondisi darurat seperti banjir yang membutuhkan tindakan cepat dan tepat," ujar Henik.
Ia tak memungkiri, wilayah Pamulang ini memang kerap kebanjiran bila hujan mengguyur dengan intensitas tinggi. Itu sebabnya kesiagaan timnya terus dijaga.
"Kegiatan evakuasi ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan dalam memastikan keselamatan warga serta meminimalisir risiko yang dapat ditimbulkan akibat banjir," tambahnya.
Di sisi lain, pihak Brimob Metro Jaya juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Potensi kenaikan debit air masih mungkin terjadi. Mereka meminta warga segera melaporkan kondisi darurat lewat layanan 110. Dengan begitu, bantuan bisa datang tepat waktu sebelum situasi bertambah runyam.
Artikel Terkait
TNI AL Temukan Kandungan Logam Tanah Jarang dan Unsur Radioaktif di 25 Kontainer Ilegal Batam
Pria Tenggelam Saat Cuci Usus Sapi Kurban di Anak Sungai Musi Palembang
Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Tutup Lebih Awal saat Waisak, Pengunjung Hanya Boleh hingga Pelataran
BSN Salurkan 245 Hewan Kurban ke Masyarakat di Seluruh Indonesia