Pantau - Pemerintah DKI Jakarta kembali menegaskan satu hal: Lapangan Maroedja Sport Park di Jakarta Barat bebas biaya. Titik. Tak ada ruang untuk pungutan liar dalam pemanfaatannya, dalam bentuk apapun.
Penegasan ini datang langsung dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI. Kepala Dispora, Yunus Burhan, tegas menyatakannya.
"Penggunaan lapangan ini gratis. Tidak boleh ada pungutan liar dalam bentuk apapun,"
Secara administratif, kendali lapangan memang ada di tangan Dispora. Namun begitu, untuk urusan teknis penggunaannya sehari-hari, pemerintah memilih melibatkan pihak kecamatan, kelurahan, dan satpel Dispora setempat. Logikanya sederhana: mereka yang lebih paham kebutuhan warga sekitar.
Di sisi lain, pemerintah tak hanya berfokus pada aturan. Ada upaya nyata untuk meningkatkan fasilitas. Salah satunya, pemasangan lampu di area basket. Pekerjaan ini dijalankan lewat program Corporate Social Responsibility dan ditargetkan rampung pada 21 April 2026. Harapannya jelas, agar warga bisa tetap berolahraga dengan nyaman saat malam tiba.
Yunus juga punya pesan khusus untuk para pengguna lapangan. Ia ingin suasana kekeluargaan dan sportivitas tetap terjaga.
"Bermainlah dengan riang gembira dan penuh cinta. Berkompetisi boleh, tapi jangan sampai ada keributan atau perkelahian. Jadikan lapangan ini sebagai warisan dan tempat silaturahmi untuk menjaga kesehatan bersama,"
Namun, ada kabar yang mungkin kurang menggembirakan bagi pemuda lokal yang berharap mendapat pekerjaan di sana. Untuk tahun 2026, pemerintah menyebut belum ada rencana rekrutmen tenaga kerja baru, terutama karena alasan efisiensi anggaran. Meski begitu, Yunus berjanji peluang bagi pemuda setempat akan jadi prioritas ketika pembukaan lowongan benar-benar dilakukan nanti.
Intinya, lapangan ini dihadirkan untuk masyarakat. Pemerintah mengajak semua pihak untuk memanfaatkannya untuk kegiatan positif, sambil tetap menjaga ketertiban dan semangat kebersamaan.
Artikel Terkait
Indonesia Kembali Desak Reformasi Dewan Keamanan PBB, Nilai Hak Veto Hambat Suara Negara Berkembang
Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selama Cuti Bersama Idul Adha 1447 H
Wamendesa: Kritik pada Program Pemerintah Bagian dari Demokrasi, Semua Pihak Diajak Bangun Desa
China Serukan Gencatan Senjata Komprehensif di Kawasan Teluk dalam Pertemuan PBB