JAKARTA – Perjalanan kereta cepat Whoosh sempat terhenti di jalur layang dekat Kopo, Bandung, Jumat lalu. Menurut informasi, angin kencang yang melanda wilayah itu membawa benda asing hingga masuk ke lintasan.
Cuaca ekstrem itu rupanya jadi pemicu utamanya. Eva Chairunisa, Corporate Secretary PT KCIC, mengonfirmasi hal tersebut.
"Ini kejadian Jumat lalu sewaktu ada kondisi cuaca ekstrem wilayah Bandung. Ada beberapa benda asing yang terbawa angin ke jalur Whoosh sehingga harus disterilkan jalurnya,"
ujar Eva kepada awak media pada Minggu (5/4/2026).
Nah, sistem sensor kereta itu langsung bekerja. Ia mendeteksi keberadaan benda asing di rel, yang kemudian memicu penghentian sementara kereta KA G1046 rute Tegalluar Summarecon-Halim. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.45 WIB.
"Untuk memastikan keselamatan perjalanan. Sensor sudah mendeteksi lebih dulu, jadi bisa diantisipasi tanpa membahayakan,"
tambah Eva menjelaskan.
Lalu, apa yang terjadi setelah kereta berhenti? Petugas segera turun tangan. Mereka membersihkan dan mensterilkan jalur dari benda asing tersebut. Cukup mengejutkan, proses penanganan seluruhnya hanya memakan waktu tiga menit.
Eva menyebut sterilisasi selesai pukul 16.48 WIB. Hanya berselang satu menit, tepatnya pukul 16.49 WIB, kereta Whoosh sudah bisa melanjutkan perjalanannya seperti biasa.
"Operasional Whoosh tetap aman dan berjalan normal. Tidak ada keterlambatan yang signifikan,"
katanya menegaskan.
Dengan respons yang cepat seperti ini, gangguan kecil itu sama sekali tidak mengganggu operasional keseluruhan. Layanan kereta cepat Jakarta-Bandung tetap berjalan lancar dan aman bagi penumpang.
Artikel Terkait
Crystal Palace Juara Conference League, Chelsea Absen dari Kompetisi Eropa Musim Depan
Puncak Perayaan Waisak 2026 Dipusatkan di Candi Borobudur, Pemerintah Siapkan Koordinasi Penuh
Inggris Pastikan Sembilan Wakil di Kompetisi Eropa Musim 2026-2027
Prabowo Apresiasi Prancis sebagai Pelopor Solusi Dua Negara untuk Palestina