Konflik Timur Tengah Picu Kelangkaan Bahan Baku Plastik, Industri Minta Relaksasi Impor

- Sabtu, 04 April 2026 | 00:35 WIB
Konflik Timur Tengah Picu Kelangkaan Bahan Baku Plastik, Industri Minta Relaksasi Impor

"Kami sih berharap akan muncul inovasi-inovasi baru di setiap kesulitan, termasuk kesulitan bahan baku yang saat ini kami hadapi," harap Bob.

Isu ketersediaan bahan baku ini memang menghantui banyak sektor. Ambil contoh industri tekstil. Redma Gita Wirawasta, Ketua Umum APSyFI, mengaku stok bahan baku kunci dari Timur Tengah seperti MEG, hanya bertahan untuk beberapa pekan ke depan.

"Kalau untuk saat ini belum ada pengaruh karena stok... masih ada untuk 2-3 minggu ke depan," kata Redma pada 10 Maret 2026.

Sejak awal konflik, dua masalah utama langsung muncul: harga melambung dan ekspor terkendala. Ketidakpastian keamanan di kawasan itu mengacaukan jalur perdagangan global, yang efeknya dirasakan hingga ke sini.

Redma merinci, "Harga PX, PTA dan MEG di pasar spot sudah naik... Untuk ekspor saat ini terkendala biaya logistik khususnya yang ke Timteng dan Eropa, naik sekitar 25 persen karena ditambahkan biaya risiko."

Jelas, situasinya tidak mudah. Para pengusaha dituntut lincah beradaptasi sambil menunggu langkah strategis dari pemerintah. Ketegangan di Timur Tengah, ternyata gemanya sampai juga ke pabrik-pabrik di sini.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar