DK PBB Segera Voting Resolusi Keamanan Selat Hormuz di Tengah Penolakan China-Rusia

- Jumat, 03 April 2026 | 16:50 WIB
DK PBB Segera Voting Resolusi Keamanan Selat Hormuz di Tengah Penolakan China-Rusia

Menurutnya, membuka pintu bagi kekuatan militer hanya akan memperkeruh konflik yang sudah ada.

Menanggapi tekanan dari Beijing dan Moskow, Bahrain dikabarkan telah menghapus klausul-klausul yang dianggap terlalu 'keras'. Perlu diingat, sebuah resolusi di DK PBB baru bisa lolos jika mendapat minimal sembilan suara setuju. Dan yang tak kalah penting, tidak boleh ada veto dari kelima anggota tetap AS, Inggris, Prancis, Rusia, dan China.

Di sisi lain, pemerintah Bahrain punya alasan sendiri. Mereka menilai upaya Iran mengendalikan navigasi di selat itu sebagai ancaman serius bagi kepentingan global. Karena itu, respons tegas dari komunitas internasional dinilai sangat mendesak.

Sementara itu, dari Washington, Presiden Donald Trump berjanji akan terus melanjutkan serangan terhadap Iran. Sayangnya, belum ada kejelasan soal rencana konkret untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Ketidakpastian inilah yang terus mendorong harga minyak melambung tinggi.

Lihat saja datanya. Harga minyak WTI kini bertengger di level USD111,5 per barel. Angka itu menunjukkan kenaikan fantastis, lebih dari 50 persen dibanding sebelum perang. Bahkan, untuk pertama kalinya dalam kurun waktu tertentu, harga WTI berhasil melampaui harga Brent yang kini diperdagangkan di sekitar USD109 per barel.

Semua mata kini tertuju pada ruang voting Dewan Keamanan PBB besok. Apakah resolusi itu akan lolos, atau justru kandas oleh veto?

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar