Jumat sore itu, suasana di Gereja Paroki Bunda Hati Kudus, Rumengkor, terasa berbeda. Baru saja diguncang gempa dahsyat berkekuatan 7,6 magnitudo, bangunan itu menunjukkan luka-luka. Di tengah rangkaian ibadah Jumat Agung, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto datang meninjau langsung kerusakan yang terjadi.
Dia tak sendirian. Didampingi pemuka agama dan jajaran TNI, Suharyanto melihat lebih dekat kondisi gereja. Kerusakan terlihat, terutama di bagian atas bangunan. Meski begitu, dia memastikan kerusakan itu sifatnya minor dan akan segera ditangani.
Di lokasi, Suharyanto membagikan informasi terbaru dari BMKG. Angkanya cukup mencengangkan.
Ucapnya, menenangkan. Ratusan gempa susulan memang kerap membuat trauma berkepanjangan, tapi informasi itu penting agar kepanikan tidak meluas.
Lalu, bagaimana dengan proses perbaikannya? Di sini, ada satu tahap administrasi yang harus dipenuhi. BNPB masih menunggu kabupaten menetapkan status kedaruratan. Itu jadi kunci.
Artikel Terkait
Pakar Apresiasi Program Green Policing Polda Riau sebagai Solusi Tekan Emisi
Polres Bogor Bongkar Praktik Oplosan Gas Subsidi, Rugikan Negara Rp13,2 Miliar per Bulan
Kapolda Riau Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Karhutla di Tengah Ancaman Super El Nino
Aldi Taher Ungkap Peran Al-Quran dalam Perjuangan Sembuh dari Kanker