Gelombang urbanisasi pascalebaran mulai mengalir lagi ke Jakarta Timur. Baru-baru ini, Suku Dinas Dukcapil setempat merilis data yang cukup menarik: tercatat 368 pendatang baru yang masuk ke wilayah itu dalam rentang waktu 25 hingga 31 Maret 2026. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan gambaran awal dari ritual tahunan usai Idulfitri, di mana banyak orang memutuskan untuk mengubah nasibnya di ibu kota.
Kepala Suku Dinas Dukcapil Jakarta Timur, Ade Himawan, membeberkan rinciannya. Pendataan itu dilakukan lewat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), setelah para pendatang melaporkan kepindahan mereka.
"Berdasarkan data yang masuk, jumlah pendatang baru mencapai 368 orang, terdiri atas 189 laki-laki dan 179 perempuan,"
ujarnya, seperti dikutip Jumat (3/4/2026).
Menurut Ade, latar belakang mereka beragam. Ada yang ingin melanjutkan sekolah, tak sedikit pula yang datang dengan harapan mendapat pekerjaan yang lebih baik. "Momentum setelah Hari Raya Idulfitri memang kerap dimanfaatkan masyarakat dari daerah untuk mengadu nasib di Ibukota," katanya. Pola ini seolah sudah menjadi tradisi yang berulang setiap tahun.
Namun begitu, Ade mengingatkan satu hal penting. Para pendatang diharap segera melapor ke pengurus RT atau RW setempat. Batas waktunya maksimal satu hari setelah tiba. Ini bukan sekadar formalitas.
Artikel Terkait
Macron Tolak Opsi Militer di Selat Hormuz, Desak Negosiasi dengan Iran
Mendagri Tegaskan WFH Jumat Bukan Libur, ASN Wajib Aktifkan Pelacak Lokasi
Kepatuhan LHKPN 2025 Capai 96,24%, Legislatif Masih Tertinggal
Pemerintah Kirim 100 Ton Makanan Lokal ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji