"Bersama-sama, kami fokus membantu masyarakat dan organisasi menggunakan AI dengan memperkuat keterampilan, meningkatkan keamanan siber dan ketahanan, serta memajukan tata kelola yang terpercaya sehingga teknologi ini memberikan manfaat nyata bagi warga Singapura," tambah Smith.
Implementasinya cukup konkret. Setiap mahasiswa di perguruan tinggi Singapura, misalnya, bakal mendapat akses gratis ke Microsoft 365 Premium yang dilengkapi Copilot selama setahun penuh. Sementara para pendidik akan mengikuti pelatihan AI gratis lewat program Microsoft Elevate for Educators. Untuk organisasi nirlaba, ada Microsoft Elevate for Changemakers yang dirancang untuk mempertajam kemampuan para pemimpinnya.
Ini bukan langkah pertama Microsoft di Asia Tenggara. Sebelumnya, mereka sudah mengumumkan rencana investasi senilai lebih dari 1 miliar dolar AS di Thailand, yang akan digelontorkan antara 2026 dan 2028 untuk tujuan serupa: cloud dan AI.
Jelas, perusahaan ini sedang agresif berekspansi. Beberapa tahun belakangan, komitmen miliaran dolar juga telah ditanamkan di sejumlah negara Asia lainnya, seperti Indonesia, Malaysia, dan India. Tampaknya, persaingan untuk mendominasi masa depan teknologi di kawasan ini semakin memanas.
Artikel Terkait
Gempa Megathrust 7,6 SR Guncang Bitung, Picu Tsunami Kecil di Beberapa Wilayah
Pemilik SPBE Cimuning Bakal Dipanggil Usai Kebakaran Diduga Akibat Kebocoran
Prabowo Tunjukkan Finger Heart dengan Idola K-Pop di Tengah Perkuat Kemitraan Strategis dengan Korsel
PMI Manufaktur Indonesia Anjlok ke 50,1, Hampir Stagnan di Maret 2026