Pusat gempa sendiri berada di laut, sekitar 129 kilometer dari Bitung. Kedalamannya termasuk dangkal, hanya 33 kilometer di bawah permukaan. Menurut analisis BMKG, gempa ini disebabkan oleh aktivitas deformasi kerak bumi dengan mekanisme sesar naik atau thrust fault. Jenis patahan seperti ini memang seringkali memicu tsunami.
Di sisi lain, dampak guncangan terasa hingga ke Kota Ternate. Laporan awal dari BPBD setempat menyebutkan sejumlah kerusakan bangunan terjadi di Kecamatan Pulau Batang Dua.
“Info sementara ada beberapa kerusakan bangunan gedung, salah satunya Gereja Kalvari di Kelurahan Lelewi. Ada juga beberapa rumah (rusak). Sementara warga berlindung di gunung karena ada air surut. Demikian info sementara,”
Laporan itu menegaskan situasi yang sempat mencekam. Fenomena air laut yang surut mendadak membuat warga langsung berhamburan mencari tempat yang lebih tinggi. Insting mereka ternyata tepat. Gelombang pun datang kemudian.
Artikel Terkait
Gempa Megathrust 7,6 SR Guncang Bitung, Picu Tsunami Kecil di Beberapa Wilayah
Pemilik SPBE Cimuning Bakal Dipanggil Usai Kebakaran Diduga Akibat Kebocoran
Prabowo Tunjukkan Finger Heart dengan Idola K-Pop di Tengah Perkuat Kemitraan Strategis dengan Korsel
Microsoft Investasikan Rp94 Triliun untuk Cloud dan AI di Singapura