Varian Covid-19 Cicada BA.3.2 Meluas di AS, WHO Pantau Peningkatan Penularan

- Senin, 30 Maret 2026 | 14:30 WIB
Varian Covid-19 Cicada BA.3.2 Meluas di AS, WHO Pantau Peningkatan Penularan

Nah, soal asal-usulnya, BA.3.2 pertama kali berhasil diidentifikasi di Afrika Selatan pada November 2024. Varian ini merupakan keturunan dari BA.3, salah satu subvarian Omicron yang muncul di 2022 dan sempat beredar bersama BA.1 dan BA.2. Perkembangannya yang tenang di awal membuatnya kurang mendapat perhatian. Namun, gelombang penyebaran yang masif di AS belakangan ini akhirnya membuatnya viral dan patut diwaspadai.

Apakah Varian Ini Menyebabkan Sakit yang Lebih Parah?

Ini mungkin kabar baik. Secara umum, tidak.

Dr. Adolfo García-Sastre, direktur institut kesehatan global di Mt. Sinai, memberikan penegasan. Dalam keterangannya kepada Today, ia menyatakan bahwa sejauh ini belum ada bukti yang menunjukkan BA.3.2 menyebabkan penyakit lebih parah atau meningkatkan angka rawat inap di negara-negara dengan penyebaran luas.

"Tentu saja, ini masih bisa menimbulkan masalah," tambah García-Sastre mencairkan optimisme, "tetapi ini bukan jenis yang lebih bermasalah daripada jenis sebelumnya."

Jadi, meski kecepatan penyebarannya perlu diwaspadai, tingkat keparahannya sejauh ini belum menunjukkan lonjakan yang mengkhawatirkan. Situasinya tetap diawasi, tapi tidak perlu sampai menimbulkan kepanikan.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar