Jalur Pantura di Cirebon macet total. Minggu siang (29/3/2026) itu, pemandangannya sama sekali tak mengejutkan: lautan helm dan motor berjubel, merayap pelan dalam terik. Ini puncak arus balik Lebaran, dan ribuan pemudik yang habis merayakan Idulfitri di kampung halaman kini berduyun kembali ke Jakarta dan Bandung.
Antreannya mengular panjang. Menurut pantuan di lapangan, kemacetan bisa mencapai 5 kilometer. Titik terparahnya membentang dari kawasan Plered Weru, merambat terus sampai ke Simpang Empat Palimanan. Suara mesin dan klakson bersahutan, bercampur dengan terik matahari yang makin membuat suasana jadi gerah.
Angkanya cukup mencengangkan. Data dari Dishub setempat mencatat, lebih dari 69.000 kendaraan roda dua sudah membanjiri Pantura Cirebon hari ini. Bayangkan saja, itu baru sepeda motor. Belum lagi ditambah mobil pribadi dan angkutan umum yang turut menyumbang kepadatan.
Menyikapi kondisi itu, polisi turun tangan. Mereka memberlakukan sistem buka-tutup di simpang empat Palimanan, sebuah rekayasa lalu lintas yang sudah akrab di telinga pemudik. Tujuannya jelas: mengurai kemacetan yang sudah di ujung tanduk.
"Kami prioritaskan arus dari arah Jawa menuju Jakarta dulu," jelas seorang petugas di lokasi.
"Pertemuan arus dari Jawa Tengah, kendaraan lokal, dan dari Bandung di titik ini sangat tinggi. Kalau tidak diatur, bisa-bisa macetnya nggak berujung."
Memang, lonjakan hari ini sangat bisa diprediksi. Libur panjang telah usai. Besok, Senin, aktivitas di perkantoran dan sekolah akan normal kembali. Itulah sebabnya para perantau memilih hari Minggu ini untuk kembali, berharap punya cukup waktu untuk beres-beres sebelum kembali bekerja.
Di tengah kondisi yang melelahkan itu, imbauan dari petugas terdengar klise tapi penting: jaga konsentrasi, taati rambu, dan jangan sungkan mampir ke posko mudik untuk sekadar meregangkan badan. Lelah di perjalanan bisa berbahaya. Lebih baik istirahat sebentar daripada memaksakan diri di tengah kemacetan yang menguras tenaga dan kesabaran.
Pantura Cirebon memang jadi barometer arus balik. Hari ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, ia kembali menjadi saksi bisu perjalanan panjang puluhan ribu orang, dengan segala cerita lelah dan harapannya, kembali ke kehidupan sehari-hari.
Artikel Terkait
Pencuri Handphone di Tambora Tertangkap Basah saat Warga dan Polisi Siskamling
Spalletti Bantah Akan Mundur dari Juventus Meski Terancam Gagal ke Liga Champions
Bruno Fernandes Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga Inggris Musim 2025/2026
Kecelakaan di Tol Pasuruan-Probolinggo, Dua Staf Anggota DPR Meninggal Dunia