Bapanas Pastikan Distribusi Bantuan Pangan Berlanjut hingga April

- Minggu, 29 Maret 2026 | 15:55 WIB
Bapanas Pastikan Distribusi Bantuan Pangan Berlanjut hingga April

Program bantuan pangan pemerintah, berupa beras dan minyak goreng, dipastikan bakal terus berjalan hingga bulan April mendatang. Kabar ini disampaikan langsung oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) akhir pekan lalu. Tujuannya jelas: memastikan bantuan itu benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan, terutama di tengah upaya menjaga stabilitas harga.

Perpanjangan waktu distribusi ini bukan tanpa alasan. Menurut I Gusti Ketut Astawa, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, langkah ini diperlukan agar seluruh 33,2 juta penerima bantuan berpenghasilan rendah bisa merasakan manfaatnya. Persiapan dan logistik oleh Perum Bulog, yang ditugaskan menyalurkan bantuan, memang butuh waktu.

"Untuk bantuan pangan beras dan minyak goreng, tentu karena persiapan dan lain sebagainya yang dilakukan Bulog, ini sedang berlangsung. Tentu distribusinya akan dilakukan Maret ini sampai April. Ada perpanjangan dan kami di Bapanas sudah membuatkan perpanjangan itu,"

Astawa menyampaikan hal itu dalam keterangan pers Minggu (29/3/2026). Ia menekankan, Bulog harus mengerjakan distribusi secepatnya pada April ini. “Sehingga dalam satu bulan ini, seluruh target yang disiapkan tadi, bisa didistribusikan,” tambahnya.

Hingga laporan terakhir per 25 Maret, realisasinya sudah menjangkau 382.529 penerima di 24 provinsi. Angkanya cukup signifikan: 7,65 juta kilogram beras dan 1,53 juta liter minyak goreng telah disalurkan. Namun, jalan masih panjang untuk mencapai target puluhan juta penerima itu.

Di sisi lain, perlu diingat bahwa program ini digulirkan dengan anggaran yang tidak kecil. Pemerintah menyiapkan dana hingga Rp11,92 triliun. Jumlah penerima pun melonjak drastis dibanding periode sebelumnya, dari sekitar 18,2 juta menjadi 33,2 juta keluarga. Lonjakan ini tentu berimbas pada penambahan kuota di hampir semua daerah.

Lima provinsi dengan penerima terbanyak masih didominasi Jawa. Jawa Barat memimpin dengan 6,09 juta penerima, disusul Jawa Timur (5,63 juta), dan Jawa Tengah (5,07 juta). Sumatera Utara dan Banten menyusul di posisi berikutnya.

Yang menarik, perhatian juga diberikan secara khusus ke wilayah timur Indonesia. Ada penambahan penerima yang cukup berarti di sejumlah provinsi Papua dan Maluku. Ambil contoh Maluku, yang mendapat tambahan 142.978 penerima sehingga totalnya menjadi 266.500 keluarga. Di Papua Pegunungan, jumlahnya bertambah 112.805 penerita. Langkah ini bisa dilihat sebagai upaya pemerataan yang lebih baik.

Program ini sendiri merupakan implementasi dari keputusan rapat Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan telah mendapat persetujuan presiden. Menurut Kepala Bapanas yang juga merangkap Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, bantuan pangan adalah langkah strategis. Terlebih, produksi beras dan minyak goreng dalam negeri dinilai sangat memadai.

"Oleh karena itu, dalam rangka menjaga stabilitas pasokan harga pangan, Badan Pangan Nasional melaksanakan langkah strategis, salah satunya penyaluran bantuan pangan 10 kilogram dan 2 liter minyak goreng selama dua bulan kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat,"

Sebelumnya, program serupa yang berakhir pada 31 Januari 2026 telah berhasil menjangkau 18,1 juta penerima. Saat itu, ratusan ribu ton beras dan minyak goreng telah didistribusikan. Kini, dengan cakupan yang hampir dua kali lipat, tantangan logistik Bulog tentu jauh lebih besar. April menjadi bulan penentu apakah semua bantuan itu bisa tersalurkan tepat waktu, atau justru membutuhkan perpanjangan lagi.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar