Program bantuan pangan pemerintah, berupa beras dan minyak goreng, dipastikan bakal terus berjalan hingga bulan April mendatang. Kabar ini disampaikan langsung oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) akhir pekan lalu. Tujuannya jelas: memastikan bantuan itu benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan, terutama di tengah upaya menjaga stabilitas harga.
Perpanjangan waktu distribusi ini bukan tanpa alasan. Menurut I Gusti Ketut Astawa, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, langkah ini diperlukan agar seluruh 33,2 juta penerima bantuan berpenghasilan rendah bisa merasakan manfaatnya. Persiapan dan logistik oleh Perum Bulog, yang ditugaskan menyalurkan bantuan, memang butuh waktu.
Astawa menyampaikan hal itu dalam keterangan pers Minggu (29/3/2026). Ia menekankan, Bulog harus mengerjakan distribusi secepatnya pada April ini. “Sehingga dalam satu bulan ini, seluruh target yang disiapkan tadi, bisa didistribusikan,” tambahnya.
Hingga laporan terakhir per 25 Maret, realisasinya sudah menjangkau 382.529 penerima di 24 provinsi. Angkanya cukup signifikan: 7,65 juta kilogram beras dan 1,53 juta liter minyak goreng telah disalurkan. Namun, jalan masih panjang untuk mencapai target puluhan juta penerima itu.
Di sisi lain, perlu diingat bahwa program ini digulirkan dengan anggaran yang tidak kecil. Pemerintah menyiapkan dana hingga Rp11,92 triliun. Jumlah penerima pun melonjak drastis dibanding periode sebelumnya, dari sekitar 18,2 juta menjadi 33,2 juta keluarga. Lonjakan ini tentu berimbas pada penambahan kuota di hampir semua daerah.
Artikel Terkait
Jens Raven Gantikan Mauro Zijlstra yang Cedera Jelang Final FIFA Series
BCA Ikut Earth Hour, Layanan Perbankan Tetap Berjalan Normal
Arus Mudik Lebaran 2026 Capai 3,5 Juta Kendaraan, Ruas Solo-Yogya Tembus 92%
KPK Catat 94.542 Penyelenggara Negara Belum Lapor LHKPN Jelang Batas Akhir