Panduan Lengkap Menanam Cabai Rawit di Pot untuk Pemula

- Minggu, 29 Maret 2026 | 15:00 WIB
Panduan Lengkap Menanam Cabai Rawit di Pot untuk Pemula

Harga cabai di pasar suka bikin geleng-geleng kepala, ya? Nah, karena itulah, banyak yang sekarang memilih untuk menanam cabai rawit sendiri di rumah. Kabar baiknya, kamu nggak perlu punya kebun luas. Cukup modal pot atau bahkan ember bekas pun, kamu sudah bisa memulai.

Metode ini memang cocok banget untuk pemula. Selain praktis, juga hemat biaya. Pekarangan rumah yang sempit sekalipun bisa disulap jadi spot hijau yang produktif.

Lalu, gimana caranya biar cabai rawit kita subur dan berbuah lebat? Berikut panduan lengkapnya, yang dirangkum dari penjelasan di kanal Youtube Nursan Hidroponik.

Mulai dari Menanam

Langkah awal ini penting banget. Kalau salah, hasilnya bisa nggak optimal. Ini tahapannya.

Pertama, siapkan bibitnya. Kamu bisa menyemai dari biji cabai yang ada, atau kalau mau lebih cepat dan gampang, beli saja bibit siap tanam di toko pertanian.

Wadahnya bisa pakai pot biasa atau ember bekas. Tapi ingat, kalau pakai ember, jangan lupa kasih beberapa lubang di bagian bawahnya. Fungsinya untuk saluran air, biar nggak menggenang dan bikin akar busuk.

Selanjutnya, buat media tanam yang subur. Campurkan tanah dari pekarangan dengan sekam bakar. Perbandingannya 1:1 aja. Tanah bekas bakar ini biasanya lebih gembur dan kaya nutrisi, lho. Sangat mendukung buat pertumbuhan cabai.

Masukkan campuran tanah tadi ke dalam pot. Jangan terlalu penuh, sisakan sekitar 2-3 cm dari bibir pot. Ini berguna supaya saat disiram, airnya nggak tumpah ke mana-mana.

Setelah itu, pindahkan bibit cabai dengan hati-hati ke dalam pot. Satu pot isi satu bibit saja, biar dia punya ruang untuk berkembang dengan maksimal.

Letakkan pot di tempat yang kena sinar matahari. Cabai rawit itu butuh cahaya yang cukup, setidaknya 5-6 jam sehari. Jadi, pastikan dia nggak berada di tempat yang terlalu teduh.

Terakhir, penyiraman. Siram secara rutin setiap pagi dan sore. Tapi, jangan kebanyakan! Media tanam yang lembap itu sudah cukup. Kalau kelebihan air, malah bikin tanaman stres.

Jangan Lupa, Kasih Makan!

Setelah tanaman mulai tumbuh dan terlihat kuat, waktunya untuk pemupukan. Ini biar dia makin subur dan produktif.

Kamu bisa pakai pupuk AB Mix khusus sayuran daun. Ukur kepekatannya sekitar 1500 ppm. Caranya gampang: campurkan 2 tutup botol pupuk AB Mix ke dalam 3 liter air.

Siramkan atau kocor larutan pupuk ini ke tanaman setiap dua hari sekali. Waktu terbaiknya ya pagi atau sore hari, saat matahari nggak terlalu terik. Dengan pupuk yang tepat dan rutin, daun akan lebih hijau dan buahnya pasti lebih lebat nantinya.

Waspadai Serangan Hama

Nah, ini nih yang sering bikin jengkel. Hama. Ulat, kutu daun, atau jamur bisa muncul kapan saja. Kuncinya adalah pencegahan sejak dini.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar