Indonesia dan Jepang Jajaki Kemitraan Sister Park untuk Konservasi

- Senin, 30 Maret 2026 | 18:50 WIB
Indonesia dan Jepang Jajaki Kemitraan Sister Park untuk Konservasi

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bertemu dengan perwakilan Jepang awal pekan ini. Agenda utamanya? Menjajaki kerja sama pengelolaan kawasan konservasi. Rencananya, mereka ingin mengembangkan konsep "sister park" atau taman nasional kembaran antara Indonesia dan Jepang.

Pertemuan itu digelar Senin lalu, menghadirkan Direktur Fuji-Hakone-Izu National Park, Shichimeko Shuichi, dan juga pejabat Kementerian Lingkungan Hidup Jepang. Dari pertemuan itu, terlihat ambisi pemerintah untuk membawa taman nasional kita ke panggung internasional.

“Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat posisi Taman Nasional di Indonesia agar semakin dikenal di tingkat global,” kata Menhut Raja Juli Antoni.

Kalau rencana ini jalan, Fuji-Hakone-Izu National Park yang ikonik di Jepang itu akan dijodohkan dengan sejumlah taman nasional di sini. Syaratnya, punya ekosistem yang mirip. Beberapa nama yang disebut-sebut sebagai kandidat kuat adalah Taman Nasional Kerinci Seblat, Bromo Tengger Semeru, dan Gunung Rinjani. Intinya, kedua belah pihak bakal saling tukar ilmu. Mulai dari teknik konservasi yang lebih baik sampai urusan mengelola wisata alam agar lebih optimal.

“Kerja sama sister park ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan taman nasional melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik di bidang konservasi dan pengembangan ekowisata,” jelasnya lagi.

Ngomong-ngomong soal kerja sama dengan Jepang, ini bukan satu-satunya. Baru dua hari sebelumnya, tepatnya Sabtu, Menhut sudah lebih dulu menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Gubernur Prefektur Shizuoka. Isinya tentang program breeding loan untuk Komodo. Jadi, ada skema pinjam-meminjam satwa langka ini untuk keperluan penangkaran dan konservasi.

Menurut Menhut, dua program ini sister park dan breeding loan Komodo bukan cuma soal lingkungan. Ini juga bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral. Dan kebetulan, semua ini terjadi dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang.

Jadi, ada dua hal yang sedang digarap: mengelola lanskap dan melestarikan satwa. Keduanya sama-sama penting untuk masa depan alam kita.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar