Dalam kesempatan terpisah, Menpar Widiyanti menegaskan posisi khusus Jepang.
Angkanya berbicara. Sepanjang 2025, tercatat lebih dari 380 ribu wisatawan Jepang yang datang ke Indonesia. Itu artinya ada kenaikan sekitar 12 persen dari tahun sebelumnya, dengan rata-rata mereka menghabiskan hampir delapan hari di sini.
Widiyanti juga menyoroti satu hal krusial: konektivitas udara. Rute Tokyo-Jakarta dan Tokyo-Bali saat ini masih jadi andalan. Namun, ke depan terbuka peluang untuk membuka rute ke destinasi lain seperti Yogyakarta, atau dari kota-kota besar lain di Jepang ke Indonesia.
Selain itu, dia menyelipkan program presiden tentang pengiriman tenaga kerja terlatih ke luar negeri, termasuk di sektor pariwisata. Harapannya, program pengembangan SDM dalam MOC ini bisa jadi jalan untuk mempersiapkan tenaga-tenaga tersebut dengan lebih baik.
Secara garis besar, langkah ini bukan cuma soal angka kunjungan. Ini adalah strategi Indonesia untuk memperkuat kolaborasi di kawasan Asia Timur, dengan Jepang sebagai mitra kunci. Di tengas dinamika geopolitik global yang masih fluktuatif, kerja sama semacam ini bisa menjadi pondasi yang kokoh untuk masa depan.
Artikel Terkait
Bank bjb dan Pemda Jabar Salurkan Rp 700 Miliar untuk Perbaiki 35.000 Rumah Tidak Layak Huni
Kejagung Geledah 14 Lokasi Terkait Kasus Korupsi Tambang Samin Tan
Pemerintah Dorong Hilirisasi Biofuel dari Jagung, Ubi, dan Tebu untuk Jawab Krisis Energi
Varian Covid-19 Cicada BA.3.2 Meluas di AS, WHO Pantau Peningkatan Penularan