Tokyo, Senin lalu, jadi saksi sebuah langkah penting dalam hubungan Indonesia dan Jepang. Bertepatan dengan kunjungan Presiden Prabowo Subianto, kedua negara akhirnya meresmikan kerja sama formal di bidang pariwisata. Penandatanganan Memorandum of Cooperation (MOC) itu dilakukan di kantor Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang.
Momen bersejarah ini diprakarsai langsung oleh Menteri Pariwisata kita, Widiyanti Putri Wardhana, dan koleganya dari Jepang, Yasushi Kaneko. Menariknya, perjalanan menuju kesepakatan ini tidak instan. Butuh dua tahun pembahasan intensif untuk sampai ke titik ini. Dan ini baru pertama kalinya Indonesia dan Jepang punya payung formal untuk kerja sama pariwisata.
Lalu, apa saja isinya? Cakupannya ternyata cukup luas. Kedua negara sepakat untuk gencar promosi bareng di pameran internasional. Mereka juga akan fokus kembangkan produk pariwisata seperti wellness, kuliner, wisata bahari, hingga ekowisata. Tak ketinggalan, pengelolaan destinasi dan komitmen pada pariwisata berkelanjutan, termasuk desa wisata, masuk dalam poin penting.
Di sisi lain, kerja sama ini juga menjangkau sektor swasta, khususnya industri penerbangan dan travel. Pengembangan SDM lewat pelatihan, kerja sama di bidang MICE, sampai soal keamanan wisatawan, semuanya tercakup. Nah, untuk menjalankan semua rencana ambisius ini, akan dibentuk sebuah Joint Working Group (JWG). Tugasnya menyusun rencana aksi dan memastikan program berjalan lancar.
Acara penandatanganan sendiri berlangsung khidmat. Diawali pertemuan bilateral, lalu dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen, sesi foto, dan ditutup dengan pertukaran cenderamata sebagai simbol persahabatan.
Artikel Terkait
Bank bjb dan Pemda Jabar Salurkan Rp 700 Miliar untuk Perbaiki 35.000 Rumah Tidak Layak Huni
Kejagung Geledah 14 Lokasi Terkait Kasus Korupsi Tambang Samin Tan
Pemerintah Dorong Hilirisasi Biofuel dari Jagung, Ubi, dan Tebu untuk Jawab Krisis Energi
Varian Covid-19 Cicada BA.3.2 Meluas di AS, WHO Pantau Peningkatan Penularan