Riyadh, Minggu pagi (29/3/2026). Langit di wilayah Arab Saudi kembali menjadi panggung konflik. Sistem pertahanan udara kerajaan dikabarkan telah menembak jatuh sepuluh drone dalam rentang beberapa jam terakhir. Begitulah pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan setempat.
Namun begitu, detail operasi ini masih samar. Pihak berwenang tak merinci lokasi pasti pencegatan itu. Asal-usul drone dan apakah ada kerusakan sebelum dihancurkan juga belum diungkap ke publik.
Insiden ini bukanlah hal yang terpisah. Ia terjadi dalam suasana kawasan yang memanas. Ketegangan melonjak sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran sebulan sebelumnya, tepatnya 28 Februari.
Konflik itu memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Lebih dari 1.300 orang dilaporkan tewas. Termasuk di antaranya adalah Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Sebagai balasannya, Iran tak tinggal diam. Mereka meluncurkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal. Sasaran mereka adalah Israel, Yordania, Irak, dan juga negara-negara Teluk yang diketahui menampung aset militer AS.
Eskalasi ini jelas punya efek berantai. Di sisi lain, pasar global ikut bergejolak. Bahkan sektor penerbangan internasional pun merasakan gangguannya. Rute-rute udara berubah, dan kecemasan meluas jauh melampaui batas geografis konflik.
Artikel Terkait
Arena Selatan Vol 3: Kompetisi Tinju Amatir Pelajar Gubahan Siswa Digelar untuk Lawan Tawuran
Pria Tewas Dikeroyok dan Jatuh dari Lantai Dua Pasar Grogol, Polisi Selidiki
Penumpang Wanita Dibawa ke Pemeriksaan Khusus Bea Cukai karena Bawa Puluhan Kartu Pokemon dari China
Polri dan Lapas Cipinang Bongkar Peredaran Ekstasi serta Vape Beretomidat di Hotel dan Hiburan Malam Jakarta Barat