Netanyahu Akui Israel Kuasai 60 Persen Wilayah Gaza, Melampaui Batas Gencatan Senjata

- Sabtu, 16 Mei 2026 | 03:20 WIB
Netanyahu Akui Israel Kuasai 60 Persen Wilayah Gaza, Melampaui Batas Gencatan Senjata

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka menyatakan bahwa militernya kini menguasai 60 persen wilayah Jalur Gaza, sebuah angka yang melampaui batas teritori yang disepakati dalam proposal gencatan senjata pada Oktober 2025. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato peringatan Hari Yerusalem, yang menandai pendudukan Israel atas wilayah Palestina tersebut.

“Dalam dua tahun terakhir, kita telah menunjukkan kepada seluruh dunia betapa dahsyatnya kekuatan yang tertanam dalam diri rakyat kita, negara kita, tentara kita, dan warisan kita,” ujar Netanyahu dalam pidatonya, sebagaimana dikutip pada Sabtu (16/5/2026). Ia menambahkan bahwa Israel telah mencapai salah satu tujuan perangnya di Gaza, yaitu memulangkan seluruh sandera, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal.

Meskipun gencatan senjata tengah berlangsung, Netanyahu menegaskan bahwa Israel tetap mempertahankan kendali atas sebagian besar wilayah kantong Palestina tersebut. “Ada yang mengatakan, 'Keluar, keluar!' Kita tidak keluar. Hari ini kita menguasai 60 persen. Besok, kita lihat saja,” katanya.

Berdasarkan ketentuan gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang dimediasi oleh Amerika Serikat, yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, pasukan Israel seharusnya mundur ke “Garis Kuning” di Gaza. Garis tersebut memungkinkan Israel tetap menguasai lebih dari 50 persen wilayah Gaza. Namun, pernyataan Netanyahu menjadi konfirmasi resmi pertama bahwa militer Israel secara eksplisit memperluas wilayah pendudukannya. Laporan media dalam beberapa pekan terakhir menyebutkan bahwa pasukan Israel telah bergerak maju ke “Garis Oranye”, sebuah batas klaim baru.

Sementara itu, Netanyahu masih menjadi buronan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). ICC telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant pada November 2024 atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Di sisi lain, data dari Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mencatat bahwa lebih dari 850 warga Gaza tewas sejak gencatan senjata dimulai.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar