BNPB Imbau Waspada Bencana Hidrometeorologi Basah dan Risiko Kebakaran di Sejumlah Wilayah

- Sabtu, 16 Mei 2026 | 04:20 WIB
BNPB Imbau Waspada Bencana Hidrometeorologi Basah dan Risiko Kebakaran di Sejumlah Wilayah

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah yang masih mengancam sejumlah wilayah Indonesia. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa ancaman seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang masih perlu diantisipasi secara serius.

"Menyikapi masih adanya potensi bahaya hidrometeorologi basah, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat tetap waspada dan siap siaga," ujarnya pada Jumat (15/5/2026).

Menurut Muhari, pada hari yang sama, setidaknya tiga wilayah di Tanah Air masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat. Ketiga wilayah itu meliputi Papua, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan. Sementara itu, sebagian besar daerah lain diperkirakan akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Di sisi lain, analisis terhadap tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah menunjukkan bahwa sejumlah wilayah masuk dalam kategori mudah dan sangat mudah terbakar. Wilayah-wilayah tersebut teridentifikasi di beberapa daerah di Pulau Jawa, Lampung, serta sebagian kecil wilayah Sumatra Utara dan Aceh. Kondisi ini menambah kompleksitas potensi bencana yang harus dihadapi secara simultan.

Muhari menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam upaya pengurangan risiko bencana. Menurutnya, kepemimpinan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi kunci dalam implementasi langkah-langkah mitigasi, yang harus didukung oleh keterlibatan seluruh unsur pentaheliks.

"Penanggulangan bencana adalah urusan semua pihak," tegasnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar