Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) baru saja menggelar simulasi sistem persinyalan kereta api. Ini bagian dari investigasi mereka pasca-insiden tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Kementerian Perhubungan, di sisi lain, menyatakan dukungan penuh terhadap proses yang tengah berjalan itu.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, bilang simulasi ini penting. Tujuannya, untuk mengorek kemungkinan penyebab teknis di balik kecelakaan. Terutama, soal bagaimana sistem persinyalan bereaksi dan merespons saat kejadian berlangsung.
"Hasil simulasi itu jadi bahan krusial," ujar Menhub Dudy di Stasiun Bekasi Timur, Kamis (30/4). "Untuk mengidentifikasi faktor penyebab dan potensi kelemahan sistem."
KNKT sendiri sudah menegaskan komitmen mereka. Investigasi dilakukan menyeluruh, objektif, dan tentu saja berdasarkan data lapangan. Kemenhub, menurut Dudy, juga berjanji bakal menindaklanjuti temuan-temuan dari investigasi itu. Semua demi meningkatkan keselamatan operasional perkeretaapian ke depannya.
"Kami tekankan lagi, keselamatan adalah prioritas utama," lanjutnya.
Sebelumnya, Menhub Dudy sempat memaparkan perkembangan soal penanganan dan layanan kereta api pasca-insiden. Kejadiannya memang di wilayah Stasiun Bekasi Timur, dan dampaknya cukup terasa.
Data terbaru mencatat, total ada 106 penumpang yang menjadi korban. Dari jumlah itu, 91 orang mengalami luka-luka. Dan yang paling menyedihkan, 15 penumpang dilaporkan meninggal dunia. Kabar baiknya, dari 91 korban luka, 38 orang sudah diizinkan pulang.
Sementara itu, dari PT Kereta Api Indonesia, ada kabar tentang pemulihan. Jalur hilir sudah dibuka kembali sejak Selasa (28/4) dini hari. Lalu, pada Rabu dini hari (29/4), jalur hulu pun sudah bersih dari puing-puing. Lumayan cepat, sih.
Siang tadi, Menhub Dudy bahkan sempat naik KRL dari Stasiun Bekasi Timur menuju Stasiun Cikarang. Ini semacam uji coba, untuk memastikan jalur yang sempat terdampak insiden benar-benar aman dan siap dioperasikan lagi.
Artikel Terkait
Pemuda Pembegal Remaja di Makassar Babak Belur Dihajar Massa, Satu Pelaku Buron
Unhas Siapkan Tujuh Program Studi Baru, Target Terima Mahasiswa pada 2026
Polisi Dalami Penyebab Kecelakaan Beruntun Kereta Vs Taksi di Bekasi Timur yang Tewaskan 16 Orang
BMKG: Hujan Merata di Sulsel Siang hingga Sore, Waspada Intensitas Tak Merata