Krisis energi global memaksa banyak negara berpikir ulang. Tak terkecuali Indonesia. Pemerintah, seperti diungkapkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, kini mendorong langkah cepat: mengubah hasil pertanian jadi bahan bakar. Atau dalam istilah yang sering disebut, hilirisasi biofuel.
Rencananya, bensin campuran etanol atau bioetanol akan dikembangkan dari bahan baku lokal. Jagung, ubi, dan tebu menjadi andalan. Komoditas itu dipilih karena tersebar luas di berbagai daerah.
“Ini hasil tindak lanjut arahan Bapak Presiden,” kata Amran di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Senin (30/3/2026).
Pernyataan itu disampaikan usai rapat, tepat sebelum Presiden bertolak ke Jepang dan Korea Selatan. “Beliau sampaikan kita melakukan akselerasi hilirisasi. Yang pertama, untuk sektor pertanian hilirisasi biofuel di saat kondisi geopolitik yang memanas kita butuh langkah cepat,” tambahnya.
Menurut Mentan, langkah ini bukan sekadar proyek jangka pendek. Ada ambisi besar di baliknya. Targetnya adalah kemandirian, baik di sektor pangan maupun energi. “Semua bisa tumbuh di Indonesia. Artinya ke depan bagaimana kita mandiri energi, mandiri pangan. Ini kita lakukan bersama-sama,” ujar Amran, penuh semangat.
Artikel Terkait
Kebakaran Hanguskan Pabrik Helm di Bogor, Diduga Akibat Korsleting
Videografer Ditahan atas Kasus Proyek Video Desa, DPR Desak Pertimbangan Keadilan Substantif
Pemprov DKI Siap Terapkan WFH Satu Hari Seminggu untuk Hemat Energi
Bank bjb dan Pemda Jabar Salurkan Rp 700 Miliar untuk Perbaiki 35.000 Rumah Tidak Layak Huni