Pemerintah Dorong Hilirisasi Biofuel dari Jagung, Ubi, dan Tebu untuk Jawab Krisis Energi

- Senin, 30 Maret 2026 | 14:55 WIB
Pemerintah Dorong Hilirisasi Biofuel dari Jagung, Ubi, dan Tebu untuk Jawab Krisis Energi

Krisis energi global memaksa banyak negara berpikir ulang. Tak terkecuali Indonesia. Pemerintah, seperti diungkapkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, kini mendorong langkah cepat: mengubah hasil pertanian jadi bahan bakar. Atau dalam istilah yang sering disebut, hilirisasi biofuel.

Rencananya, bensin campuran etanol atau bioetanol akan dikembangkan dari bahan baku lokal. Jagung, ubi, dan tebu menjadi andalan. Komoditas itu dipilih karena tersebar luas di berbagai daerah.

“Ini hasil tindak lanjut arahan Bapak Presiden,” kata Amran di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Senin (30/3/2026).

Pernyataan itu disampaikan usai rapat, tepat sebelum Presiden bertolak ke Jepang dan Korea Selatan. “Beliau sampaikan kita melakukan akselerasi hilirisasi. Yang pertama, untuk sektor pertanian hilirisasi biofuel di saat kondisi geopolitik yang memanas kita butuh langkah cepat,” tambahnya.

Menurut Mentan, langkah ini bukan sekadar proyek jangka pendek. Ada ambisi besar di baliknya. Targetnya adalah kemandirian, baik di sektor pangan maupun energi. “Semua bisa tumbuh di Indonesia. Artinya ke depan bagaimana kita mandiri energi, mandiri pangan. Ini kita lakukan bersama-sama,” ujar Amran, penuh semangat.

Sebagai pembanding, Brasil kerap jadi rujukan. Negeri Samba itu sudah jauh lebih dulu menerapkan campuran etanol tinggi, bahkan ada yang mencapai E27 hingga E37. Nah, Indonesia sendiri nampaknya ingin lompat lebih jauh. Alih-alih bertahap, langsung menargetkan mandatori E20.

“Karena pangan selesai, kita beralih ke energi,” jelasnya.

Amran menegaskan, langkah ini adalah bentuk keberanian. Sebuah keputusan strategis yang digagas pimpinan. “Dan ini sesuatu keberanian Bapak Presiden mengambil langkah-langkah strategis dan fundamental untuk Merah Putih. Ini bukan untuk 10 tahun, tapi ini untuk 1.000 tahun. Dan fundamentalnya kita pasang sekarang,” tutup Amran.

Jadi, inilah upaya nyata yang sedang digeber. Sebuah terobosan yang diharapkan bisa menjawab tantangan krisis sekaligus membangun pondasi energi mandiri untuk waktu yang sangat lama.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar