Diplomasi Prabowo Berbuah, Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB

- Minggu, 11 Januari 2026 | 11:25 WIB
Diplomasi Prabowo Berbuah, Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB

Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB, Pengamat Soroti Kiprah Diplomasi Prabowo

Kabar bagus datang dari markas PBB di Jenewa. Indonesia kembali mendapat kepercayaan tinggi dari komunitas global. Kali ini, negeri ini resmi memegang posisi strategis sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa. Yang akan memimpin adalah diplomat senior kita, Sidharto Reza Suryodiputro. Pencapaian ini bukan hal sepele. Banyak yang melihatnya sebagai cermin langsung dari reputasi Indonesia yang terus menanjak di panggung diplomasi dunia.

Lantas, apa artinya semua ini? Menurut pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah, terpilihnya Indonesia adalah bukti nyata dari kesuksesan diplomasi Presiden Prabowo Subianto. Lebih dari itu, ia menilai ini mematahkan narasi-narasi usang yang kerap menjadikan Indonesia bulan-bulanan dalam isu HAM.

Ujar Amir Hamzah dalam keterangannya, Ahad lalu.

Jabatan ini, tegasnya, jauh dari sekadar simbol. Presiden Dewan HAM punya peran sentral. Mulai dari mengatur agenda, memimpin sidang, hingga memediasi konflik kepentingan antarnegara. Intinya, posisi ini adalah penjaga kredibilitas mekanisme HAM global.

tegasnya lagi.

Di sisi lain, kepercayaan ini tentu tidak jatuh dari langit. Menurut analisis Amir, ini buah dari kombinasi beberapa hal. Kepemimpinan nasional yang stabil jadi fondasinya. Lalu, ada arah diplomasi yang jelas dan kemampuan Indonesia menjaga keseimbangan di tengah rivalitas negara-negara adidaya yang makin panas.

Amir Hamzah menilai gaya politik luar negeri Prabowo punya andil besar. Pendekatannya yang realistis, tetap berpegang pada prinsip bebas aktif, dan sangat berbasis kepentingan nasional rupanya mendapat apresiasi.

katanya.

Dalam dunia yang terbelah seperti sekarang, Indonesia justru muncul sebagai penyeimbang. Negeri ini mampu berbicara dan diterima oleh banyak blok sekaligus: Barat, Global South, hingga negara-negara Timur Tengah. Itu bukan perkara mudah.


Halaman:

Komentar