Amir juga menyoroti sosok yang akan memegang tampuk kepemimpinan, Sidharto Reza Suryodiputro. Diplomat karier ini dikenal punya reputasi kuat dan kemampuan komunikasi tingkat dunia yang mumpuni. Pemilihannya menunjukkan bahwa Indonesia tak cuma mengandalkan posisi politik, tapi juga kualitas SDM diplomasinya yang unggul.
ujar Amir.
Dengan posisi baru ini, peluang terbuka lebar. Indonesia bisa memainkan peran lebih aktif untuk mendorong agenda HAM yang lebih adil, yang tidak bias oleh kepentingan kekuatan besar semata.
Amir bahkan melihat peluang strategis. Posisi ini membuka ruang bagi Indonesia untuk mengangkat kembali kasus-kasus pelanggaran HAM berat yang kerap luput dari sorotan. Salah satu yang disebutkan secara spesifik adalah situasi di Palestina.
tegasnya dengan nada bersemangat.
Ia yakin Indonesia punya legitimasi moral untuk hal itu. Konsistensi membela kemanusiaan dan menolak penjajahan dalam bentuk apapun telah menjadi ciri khas diplomasi kita.
Pada akhirnya, momen ini menandai sebuah kenaikan kelas. Indonesia tak lagi sekadar jadi objek, tapi sudah naik tingkat sebagai subjek yang ikut menentukan arah percaturan politik global.
pungkas Amir Hamzah.
Amanah besar ini, menurutnya, harus dimanfaatkan dengan maksimal. Untuk memperkuat kepentingan nasional, memperluas pengaruh, dan tentu saja, menjaga konsistensi prinsip kemanusiaan di mata dunia. Semuanya sedang diuji sekarang.
Artikel Terkait
Ketika Musibah Datang, Inilah Kunci Menghadapinya Menurut Al-Quran dan Hadits
Meteo MSN: Andalan Baru untuk Menaklukkan Cuaca yang Tak Terduga
Dokter Tifa Sindir Orang Hina Usai Tersangka Kasus Ijazah Sowan ke Jokowi
Pandji Buka Suara Soal Anies yang Lolos dari Sindiran di Spesial Netflix