Jumlah Pengungsi di Tiga Provinsi Sumatera Menyusut, Sumatera Barat Nol Kasus

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 00:40 WIB
Jumlah Pengungsi di Tiga Provinsi Sumatera Menyusut, Sumatera Barat Nol Kasus

Jumlah pengungsi di tiga provinsi Sumatera yang terdampak bencana terus menyusut. Laporan terbaru dari Satgas Percepatan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (PRR) menunjukkan angka yang cukup menggembirakan. Menurut Ketua Satgas, Tito Karnavian, saat ini hanya tersisa 11.250 orang yang masih mengungsi.

Data dari BNPB per 25 Februari 2025 itu ia sampaikan dalam rapat koordinasi di Gedung Kemenko PMK, Jakarta, Jumat lalu. Rapat yang dihadiri sejumlah menteri itu membahas perkembangan terbaru pemulihan pascabencana.

Dari angka itu, rinciannya adalah 10.400 orang di Aceh dan 850 orang di Sumatera Utara. Nah, untuk Sumatera Barat, berita baik datang.

“Kemudian di Provinsi Sumatera Barat, alhamdulillah tidak ada lagi pengungsi dalam catatan kami. Tidak ada lagi pengungsi yang berada di tenda, semuanya sudah menempati hunian sementara (huntara),” kata Tito.

Memang, jalan menuju pemulihan total masih panjang. Tapi progresnya nyata. Dari 52 kabupaten/kota yang kena dampak, 38 di antaranya sudah dinyatakan normal. Tiga wilayah lagi dikatakan mendekati normal, sementara sebelah lainnya masih butuh perhatian khusus.

Lalu, bagaimana sih sebenarnya mengukur ‘normal’ itu? Tito menjabarkan, indikatornya cukup banyak. Mulai dari pemerintahan yang berjalan, layanan publik, akses jalan, hingga hal-hal praktis yang dirasakan warga sehari-hari. Misalnya, apakah SPBU sudah buka? Listrik dan air mengalir lancar nggak? Akses internet, pasokan gas, sampai pengelolaan sampah dan sungai, semua jadi pertimbangan.

Di sisi lain, perkembangan positif sudah terlihat di beberapa sektor krusial. Akses jalan utama, misalnya, sudah berfungsi penuh. Begitu pula aliran listrik yang kini bisa dinikmati masyarakat. SPBU juga banyak yang beroperasi normal kembali.

Namun begitu, Tito mengakui masih ada pekerjaan rumah yang menanti. Perekonomian lokal, khususnya sektor UMKM, belum bergerak optimal.

“Kalau pasar sudah bergerak semua, jalan. Tapi UMKM-nya belum optimal sepenuhnya. Masih menjadi tugas kita ada pembersihan lumpur, perbaikan jembatan, jalan desa, dan daerah-daerah yang perlu kita selesaikan,” pungkasnya.

Sentuhan akhir seperti itu mengingatkan kita bahwa di balik angka yang turun, masih ada kerja keras untuk membangun kembali kehidupan yang sempat terhenti.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar