Petugas Gabungan Amankan Puluhan Botol Miras Ilegal di Warung Jamu Kibin

- Senin, 30 Maret 2026 | 15:25 WIB
Petugas Gabungan Amankan Puluhan Botol Miras Ilegal di Warung Jamu Kibin

Sabtu malam lalu, suasana di Kecamatan Kibin, Serang, tidak seperti biasanya. Alih-alih sepi, sejumlah titik justru ramai oleh aktivitas petugas gabungan. Mereka dari Polsek Cikande dan Pemkecamatan Kibin sedang menggelar operasi penindakan, menyasar tempat-tempat yang diduga menjadi pusat peredaran minuman keras ilegal.

Fokusnya jelas: lapak-lapak kayu dan warung jamu yang ternyata menjual lebih dari sekadar jamu tradisional. Menurut sejumlah saksi, di balik etalase warung yang tampak biasa-biasa saja, seringkali tersimpan barang terlarang.

Operasi yang digelar malam itu membuahkan hasil. Puluhan botol miras berbagai merek berhasil diamankan. Tak hanya itu, petugas juga menyita lima jeriken tuak, minuman tradisional beralkohol yang juga menjadi sasaran razia.

Kapolsek Cikande, AKP Tatang, menjelaskan latar belakang operasi ini.

"Penindakan terhadap penjual tuak dan miras di warung jamu ini merupakan respons atas aduan masyarakat yang merasa terganggu dengan aktivitas tersebut," ujarnya, Senin (30/3/2026).

Ia menegaskan, para pemilik lapak telah mendapat teguran keras. "Kalau masih bandel dan melanggar lagi, ya kami akan ambil tindakan hukum. Sudah ada prosedurnya," tegas Tatang. Seluruh barang bukti kini diamankan di Mapolsek Cikande untuk verifikasi dan proses hukum lebih lanjut.

Di sisi lain, komitmen pemerintah daerah juga ditegaskan langsung oleh Camat Kibin, Asep Saefullah. Baginya, operasi seperti ini penting untuk menjaga ketertiban.

"Kami turun langsung untuk memastikan wilayah Kibin tetap kondusif. Ini bentuk respons kami mendengar keluhan warga," kata Asep.

Razia malam itu, meski terkesan mendadak, sebenarnya adalah buah dari keresahan yang lama mengendap. Warung jamu yang seharusnya menyehatkan, justru menjadi persembunyian minuman beralkohol ilegal. Kini, tinggal menunggu tindak lanjutnya agar efek jera benar-benar terasa.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar