IEA Desak Penerapan WFH dan Ganjil-Genap Atasi Lonjakan Harga Energi Global

- Selasa, 24 Maret 2026 | 09:35 WIB
IEA Desak Penerapan WFH dan Ganjil-Genap Atasi Lonjakan Harga Energi Global

Nyatanya, sejumlah negara di Asia sudah mulai bergerak. Mereka tak menunggu. Bangladesh, contohnya, memberlakukan aturan suhu AC minimal 25 derajat. Thailand sedikit lebih 'hangat', dengan batas 26 derajat. Ada juga yang memangkas jam sekolah dan kuliah, atau membatasi perjalanan dinas pejabat dengan pesawat.

Yang lebih radikal, Pakistan dan Filipina mencoba sistem kerja empat hari dalam seminggu untuk pegawai pemerintah. Upaya mereka menunjukkan bahwa dalam situasi darurat, berbagai opsi harus diuji.

Jadi, WFH bukan sekadar tren pasca-pandemi lagi. Dalam laporan IEA, ia muncul sebagai salah satu strategi praktis untuk menghemat BBM dan listrik. Di sisi lain, langkah-langkah seperti ganjil-genap dan kampanye naik transportasi umum diharapkan bisa langsung meredam laju konsumsi.

Semuanya bermuara pada satu tujuan: mengamankan pasokan energi global di tengah gejolak yang belum jelas ujungnya.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar