Gus Yaqut akhirnya menjalani tahanan rumah. Pengalihan status itu diumumkan KPK, Selasa (24/3/2026), dengan dua alasan utama: kondisi kesehatannya dan strategi penanganan perkara.
Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan lebih detail. Menurutnya, ada banyak faktor yang dipertimbangkan. Salah satunya, tentu saja, soal kesehatan tersangka.
“Banyak ya, selain dari kondisi kesehatan,” kata Asep di Gedung KPK, Kuningan.
Dia lalu merujuk pada hasil asesmen yang baru keluar pagi tadi. Yaqut disebut mengidap Gastroesophageal Reflux Disease (Gerd) akut dan asma. Bahkan, untuk Gerd-nya, dia pernah menjalani prosedur endoskopi dan kolonoskopi.
“Saya kurang begitu hafal itu istilah medis, ya mungkin nanti bisa rekan-rekan cek. Juga mengidap asma yang bersangkutan,” ujar Asep, mengakui keterbatasannya dengan istilah kedokteran.
Namun begitu, kesehatan bukan satu-satunya alasan. Asep menegaskan bahwa strategi penanganan perkara juga punya andil besar dalam keputusan ini. Pemeriksaan kesehatan Yaqut sendiri dilakukan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, dan baru selesai pagi tadi.
“Jadi tentunya ini menjadi salah satu syarat saja,” jelasnya.
Artikel Terkait
Gelombang Awal Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Memadati Jalur Pantura Bekasi
Arus Balik Lebaran 2026: Pemudik Terjebak Macet 14 Jam di Jalur Sukabumi
KPK Ubah Status Tahanan Yaqut Cholil Qoumas ke Rumah Usai Diketahui Idap GERD Akut dan Asma
Kapolri Pantau Destinasi Wisata, Waspadai Perpotongan Arus Balik dan Liburan